Anugerah Pagari Batak

MEDAN, BatakIndonesia.com — Pada acara pengukuhannya, Minggu 21 Juli 2019 di Gedung Museum Provinsi SU, Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak (YPKB) menyerahkan Anugerah Pagari Batak 2019 kepada 6 orang yang dinilai amat berjasa dalam melestarikan kebudayaan Batak. Keenam orang penerima Anugerah Pagari 2019 itu adalah:

1. Guntur Sitohang (alm) (Pelestari Musik Tradisional (Uninguningan) Batak),
2. Jesral Tambun (Pelestari Ukiran (Gorga) Batak),
3. Repe Br Togatorop (Pelestari Tenunan (Ulos) Batak),
4. Ir Monang Naipospos (Pelestari Kearifan Lokal Batak),
5. Prof Dr Bungaran A Simanjuntak (Pegiat Sejarah dan Antropologi Batak), dan
6. Ir Soekirman (Sahabat (Aleale ni) Batak).

Penyerahan Anugerah Pagari direncanakan menjadi agenda rutin tahunan YPKB untuk berbagai kategori pelestari kebydayaan Batak.

Tentang Anugerah Pagari

Pagari adalah singkatan dari Pande Ugari. Pande bermakna ahli (tahu) dan Ugari berarti kebiasaan, adat-istiadat, cara, dan praktek perikehidupan. Dengan demikian, Pande Ugari bermakna orang yang memiliki keahlian (hatauon) dalam adat-istiadat atau perikehidupan Orang Batak.

Pagari sebagai akronim dari Pande Ugari itu juga bermakna memagari (pagar = kandang). Makna ini selaras dengan Visi YPKB–Budaya Batak yang Lestari. Pagari bermakna melindungi (pajamothon) dan melestarikan (padimundimunhon).

Latar belakang pemberian Anugerah Pagari ini diinspirasi, antara lain, Anugerah Kebudayaan Rancage yang dipimpin oleh Sastrawan Nasional Ajip Rosidi di Bandung. Untuk diketahui, Yayasan Kebudayaan Rancagé setiap tahun memberikan Anugerah Sastra kepada pagiat sastra dari berbagai daerah di Indonesia. Pada lima tahun terakhir ini, karya sastra Batak telah dianugerahi Anugerah Rancage. Penerimanya antara lain adalah Saut Poltak Tambunan, Rose Lumbantoruan, M Tansiswo Siagian, dan Panusunan Simanjuntak.

Bagi YPKB, Anugerah Kebudayaan Rancage kepada karya sastra Batak ini adalah berita gembira sekaligus ‘sentilan’ karena karya sastra Batak justru diapresiasi di daerah lain. Oleh karena itu, YPKB menginisiasi pemberian Anugerah Pagari yang pertama tahun 2019 sebagai penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa menggali (manguhal) dan melestarikan (padimundimunhon) kebudayaan Batak. Dengan pemberian Anugerah Pagari, YPKB berharap generasi muda Batak akan tumbuh (tumbur) yang giat dan peduli (toras) melestarikan budaya Batak yang amat berharga itu. Ini sesuai dengan motto YPKB: “Tumbur gabe Toras.”

Horas Pagari!

NB (Napinabotohon):

  • YPKB dikukuhkan oleh Pdt Dr (Hc) Willem TP Simarmata, mewakili orang tua (tokoh) Batak.
  • Selain pemberian Anugerah Pagari, pengukuhan YPKB juga diisi oleh Orasi Budaya oleh Amang Ir Monang Naipospos.

Pewarta: Albiner ‘Rabar’ Siagian (Ketua Umum Yayasan Pelestari Kebudayaan Batak)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *