BATAK CENTER Apresiasi Para Penenun Ulos Batak Asal Tapanuli Utara

JAKARTA, BatakIndonesia.com — BATAK CENTER mengapresiasi para penenun Ulos Batak asal Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara. Selama 6 hari, 12-17 November 2019, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, mereka menunjukkan kepada para pengunjung keterampilannya membuat ulos mulai dari seutas benang menjadi kain ulos. Sebagai bentuk apresiasi tersebut, BATAK CENTER memberikan piagam penghargaan kepada mereka yang diserahkan oleh Dr Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum FBBI dan Wakil Ketua Dewan Pembina Nasional BATAK CENTER) pada Minggu (17/11/2019).

Mereka yang menerima penghargaan tersebut, antara lain: Manjunjung Hutabarat, Nursianita Panggabean, Rupina Siregar, Surlina Hutabalian. 

Ronsen Pasaribu mengatakan bahwa mereka memiliki keahlian khusus mengrajin ulos Batak dengan berbagai jenisnya. Tantangannya adalah keterbatasan bahan tenun seperti kapas atau benang di mana mereka harus impor. Menurut Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Lidia Kristina Banjarnahor br Panjaitan: “Pemerintah Humbahas akan ambil bagian dalam mengatasi keterbaasan benang ini dengan membangun pertanian kapas yang bisa memenuhi permintaan di Tano Batak.”

Betapa pentingnya pembinaan kepada para pengrajin ini, sebab boleh dikatakan mati hidupnya ulos ini tergantung pada kerja mereka. Kerajinan ini memerlukan ilmu, pengalaman dan jiwa seni. Para pengrajin tersebut rela duduk berjam-jam bahkan berhari-hari. Rata-rata satu ulos butuh waktu sekitar 3-4 hari. Dalam pembuatan ulos dibutuhkan ketelitian, jiwa dan perasaan yang halus. Mereka mendalami makna setiap ulos yang mereka tenun. Dengan jiwa itu mereka tidak bosan, tetapi dengan tekun dan prinsip yang dipegang, menenun ulos itu harus baik dari awal sampai akhir.

Ada perasaan bangga bagi para penenun tersebut. Mereka begitu terkesan sebab dalam Festival semacam ini mereka berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan orang yang memperhatikan mereka. Kadang-kadang mereka diajak berfoto dan sering terjadi interaksi dengan pengguna ulos di manapun berada. Ini memantik semangat mereka dalam berkarya di bidang ini. Bupati Taput sudah lebih dahulu membina ratusan pengrajin ulos ini di Tapanuli Utara. Mereka hadir di ULOS FEST 2019 ini berkat uluran tangan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. (RP/bts)

BACA:  Supply Chain Menyuburkan Lahan Usaha Anda, Mau Coba?

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *