Bijaklah dalam Memanfaatkan Air

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Air rumus kimianya H2O artinya setiap molekulnya mengandung satu oksigen dan dua atom hidrogen yang dihubungkan oleh ikatan kovalen.

Air merupakan bagian dari tutupan bumi Indonesia dengan luas 71% sedang sisanya merupakan daratan. Betapa besar potensi air di Indonesia, tetapi belum ditatakelola dengan baik. Luas 29% di luar perairan, sekiar 75% di antaranya merupakan luas Hutan dikelola oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, sedang sisanya sekitar 25% dikelola oleh Kementerian Agraria dan Tataruang/Badan Pertanahan Nasional; dimanfaatkan untuk keperluan hidup dan kehidupan manusia; pemerintah, masyarakat dan fasilitas sosial lainnya.

Air merupakan Sumber Daya Agraria selain daratan, di mana potensi ikan belum dioptimalkan oleh rakyat dan pemerintah Republik Indonesia.

Air terjadi dari siklus melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.

Air pun dijadikan bahan perumpamaan di tengah masyarakat dan mempunyai filosofi bagi manusia itu sendiri. Contoh:

  • Dalamnya air dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu?
  • Seperti air mengalir mencari jalannya sendiri, demikian kebenaran mencari jalannya sendiri.
  • Gelas berisi air setengah atau setengah berisi?
  • Jika mau selamat, jangan melawan arus air sambil menyeberang dalam artian sebenarnya, namun jika itu sebagai sebuah sindiran maka kita dapat ikuti arus sambil kritis atas kekeliruan yang ada.
  • Sebegitu besar pengertian dan keterkaitan air bagi hidup dan kehidupan manusia sehingga menjadi pertanyaan pada diri saya sendiri. Sejauh mana air menjadi multiguna bagi diri, masyarakat, Bangsa dan Negara?

Bagaimana pula jika manusia tidak dapat mengendalikan air, sehingga berubah dari kemanfaatan diharapkan menjadi bencana?

Manfaat Air

Bagi diri sendiri bermanfaat di mana unsur tubuh didominasi unsur air. Karena itu, menjadi penting meminum (air besih tentunya) setiap hari.

Meminum secara rutin mendorong laju arus darah guna membawa sisa makanan sampai ke usus dan dibuang melalui pembuangan dubur. Selain itu, dapat mengganti darah menjadi darah baru, menyegarkan fungsi darah serta membawa vitamin ke seluruh tubuh serta membawa sampah penyakit ke pembuangan. Semakin rutin minum akan semakin sehat. Inilah obat terbaik bagi setiap orang sebab mudah didapat dan murah.

Perkampungan baru didirikan jika ada ketersediaan air. Memenuhi kepentingan rumah tangga juga tanaman pertanian baik di sawah ataupun kebun kering. Semuanya memerlukan air.

Kelancaran air di sungai dapat dihambat pula oleh ulah penduduk yang membuang sampah di sungai. Jika musim hujan tiba, air meluap ke perumahan masyarakat dan inilah bencana berdampak negatif. Tidak bisa tidak masyarakat wajib memperhatikan kebersihan sungai, sebab melubernya air dapat jadi sumber penyakit dan terganggunya perekonomian. Contoh DKI saksi bisu akan luapan air ini.

Air bagi Bangsa dan Negara merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan rakyatnya, di mana air sebagai sumber daya agraria belum dikelola secara optimal dari luas 71% dari Negara Kesatuan Indonesia dan penjagaan air laut di perbatasan masih lemah, sehingga sering dimanfaatkan kelengahan kita oleh bangsa lain dengan cara mencuri ikan di laut kita.

Dengan mengemukakan itu, saya semakin tertegun dalam kesendirian, merenung lebih dalam lagi. Sudahkan saya ikut memberi konstribusi dalam penataan air ini, sehingga berguna sebesar besarnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat sebagaimana diatur dalam pasal 33 UUD 1945?

Saya ambil contoh di luar Jakarta, di mana pemerintah belum mengatur hak atas air, di pinggir sungai Kalimantan (Barito misalnya), dan di pinggir-pinggir pantai di Sulawesi, atau di daerah pantai Sibolga dan lainnya. Bangunan tumbuh di atas air pinggir sungai. Tentu tidak berbahaya dari sisi keamanan sebab sudah ratusan tahun mereka ada di lokasi tersebut.

Jika demikian perlu rekayasa hukum dalam hal hukum positif sekarang dalam UU No. 5 Tahun 1960 tentang Undang Undang Pokok Agraria belum mengaturnya. UU no 5 Tahun 1960 adalah pelaksanaan dari UUD 1945.

Hak Pakai sangat tepat diberikan dengan ketentuan luas tanah terpakai untuk rumah tinggal (di bawah air) tidak mengganggu alur sungai dengan mempertimbangkan tinggi air pasang surut tidak mengganggu bangunan serta pengaturan WC jangan membuang ke air agar tidak kotor. Jika ini diatur, maka kepastian hukum pemanfaatan ruang di atas air serta pemanfaatannya secara sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Sama halnya air dipinggir laut, di mana ada keterbatasan lahan perumahan bagi masyarakat di atas tanah, landed house. Sehari-hari mereka sudah terbiasa di atas air, siang malam. Hidup dengan rumah di atas laut sudah menjadi kebudayaan bagi masyarakat setempat. Hal-hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Bagaimana penataan air Jaman Mojopahit?

Contoh kedua, jika kita observasi penataan air di Sungai Bengawan Solo bentangan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur berujung di Sidoarjo, lalu dibuang ke laut Jawa. Jaman Mojopahit pun sudah gunakan rekayasa teknologi tepat guna, sehingga air bisa digunakan untuk transporasi bahkan untuk kelancaran berperang oleh tentara Raja. Juga digunaan Dam mengairi sungai ribuan hektar, namun saat banjir bisa menampung air agar tidak meluber ke sawah dan pemukiman: membangun tanggul yang tinggi di kiri kananya; serta mendorong air agar cepat mengalir ke laut.

Kebijakan inilah apa yang dinamai menata air banjir dengan politik “Tahan di hulu, tekan di tengah dan dorong di hilir”. Kebijakan di hulu dengan menata Hutan: menanam pohon guna menahan air di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai), sedang di tengah sungai dengan: menahan mendirikan DAM mengaliri ribuan hektar sawah serta di hilir, air didorong lebih cepat bila perlu disedot manakala ketinggiannya lebih rendah dari permukaan laut.

Tekhnologi jaman lawas ini masih relevan diterapkan dengan berbagai inovasi, seperti bangun Dam baru di tengah-tengah, dalam jumlah banyak oleh Pemerintah sekarang ini. Baik Pemerintah Pusat maupun Daerah yang secara langsung mengalami dampak air meluap setiap musim penghujan tiba.

Bagimana penaaan air di Kota Besar?

Sementara sungai di kota besar seperti DKI Jakarta, perlu penataannya akibat luapan air setiap ada hujan di daerah tangkapan wilayah Bogor, Jawa Barat. Di sinilah perlu rekayasa manusia kerjasama dengan Pemerintah di Jawa Barat agar menahan air (tahan di hulu), Tahan di tengah dengan membangun DAM raksasa sebanyak mungkin dan mendorong di hilir dengan pompa mesin besar kapasitas melebihi derasnya air pasang. Normalisasi Sungai, melalui pelebaran badan sungai masing-masing kiri kanan diperluas 100 M2.

Dengan mengatakan itu semua, betapa air membutuhkan rekayasa saya, Anda dan kita semua  agar air menjadi berkah berkonstribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia secukupnya. Kata secukupnya, menggambarkan penggunaan air sepanjang diperlukan oleh kita, jangan berlebih sehingga ada mencuri air bawah tanah. Jika ini tidak dikendalikan akan menurunkan ketinggian darat secara perlahan dalam waktu yang panjang.

Untuk lokasi di luar perkotaan, penataan air di pinggir sungai dan laut, dapat menghindari efek buruknya kualitas Sumber Daya Manusia. Perlu rekayasa baru melalui regulasi dengan menetapkan batas minimal dan maksimal yang boleh didirikan rumah di atas air, namun pastikan air sungai mengalir lancar tanpa mengakibatkan banjir.

Penulis: Ronsen Pasaribu

BACA:  Perbincangan anak SD dan Ayahnya Tentang OTT KPK

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *