Credo untuk Rakyat Indonesia Pasca Pemilu 2019

JAKARTA, BatakIndonesia.com ― Pesta demokrasi rakyat sudah usai. Kita tinggal menunggu hasillnya yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Dalam proses menunggu tersebut, perhitungan cepat suara melalui metode Quick Count maupun Exit Pool seringkali menjadi perhatian serius rakyat Indonesia karena mereka ingin mengetahui secepatnya siapa yang bakal menjadi Presiden RI mendatang? Namun demikian, dalam memberikan fokus atas hal tersebut, kita harus tetap menjaga persatuan Indonesia.

Tagar 03 (#03), Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Bukan kamu atau aku, tetapi kita, rakyat Indonesia yang menjaga Persatuan Indonesia dari Sila ketiga Pancasila.

Dalam menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia tersebut, kita harus tetap tenang dalam mengikuti proses tahapan perhitungan suara oleh KPU.

Kesatuan dan persatuan di antara perbedaan menjadi suatu modal besar bagi kita dalam pembangunan ke depan secara fisik dan non fisik, baik mental maupun spritual.

Pepatah/petuah orangtua kita terdahulu berkata: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Ayo kita laksanakan pepatah/petuah tersebut. Kita duduk bersama, bekerja, dan produktif.

Kita saling mengisi kekurangan dan perbedaan, sehingga menjadi masyarakat sosial yang terintegasi, menjadi warga negara Indonesia yang kuat dan bermartabat. Bhinneka Tunggal Ika, satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, Indonesia, adalah pilar kita berbangsa dan bernegara.

Setajam apapun perbedaan saat kampanye, masa itu sudah berlalu. Mari saling jabat tangan, bersatu padu, dan bekerja membangun Indonesia. Jika ada hal yang menyinggung dan tersinggung, mari kita saling memaafkan. Kita bangun basis keindonesiaan kita agar kita mampu untuk berdamai. Hanya keuntunganlah yang kita peroleh jika kita bersatu dan  kerugianlah jika kita bermusuhan. Bersatulah karena kita berkawan.

Pelangi itu indah karena warna-warni yang terbingkai menjadi satu. Demikianlah kita rakyat Indonesia, beragam suku, agama, dan keyakinan. Semua ajaran agama berpesan perdamaian yang utuh, jujur, dan indah sekali. Jangan keraskan hatimu, pasti kita mampu untuk sebuah kedamaian dan perdamaian. Damai Indonesia kita.

Jakarta, 18 April 2019,

Penulis: Ronsen Pasaribu (Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia)
Editor: Boy Tonggor Siahaan

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *