Danau Toba Menanggung Beban Berat Konservasi

BONAPASOGIT

PEKANBARU, BatakIndonesia.com — Belum lama ini saya diundang menjadi Responden Representatif sebagai Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) dalam acara Talk Show on Air di Radio Kardopa, Medan, pada Jumat (1/2/2019) pukul 21.00-23.00. Berikut ini catatan saya pada acara tersebut.

Saya diminta memberi penjelasan atas pertanyaan bagaimana pendapat saya atas masalah yang sedang dialami Danau Toba?

Saya mencatat adanya beban konservasi yang luar biasa beratnya ditilik dari sisi keseimbangan lingkungan yang sehat dan baik, sebagai berikut:

Pertama, adanya kebakaran hutan di Sibaganding, tahun 2010 dan penebangan hutan oleh pihak-pihak yang mendapat ijin konsesi atau penebangan liar.

Kedua, adanya pembuangan sampah berupa botol, plastik, pembungkus makanan, limbah hotel, dan lain lain.

Ketiga, adanya pembuangan limbah oleh pabrik-pabrik yang sudah lama sekali, mungkin sudah duapuluhan tahun, di sekitar Danau Toba.

Keempat, ribuan keramba ikan dari perusahaan asing juga keramba penduduk yang semakin lama semakin banyak. Sekaitan dengan adanya temuan pembuangan bangkai ikan di dasar air Danau Toba, tentu berdampak negatif kepada lingkunan. Sejauh mana hubungan antara bangkai ikan dengan lingkungan, perlu penelitian oleh ahli. Apakah ikan semua berguna bagi lingkungan atau sebaliknya?

Kami yakin bahwa apapun yang dilakukan oleh siapapun yang membuang sampah ke air Danau Toba akan melanggar peraturan Pemerintah Kabupaten di Kawasan Danau Toba, termasuk Peraturan Gubernur Sumatera Utara.

Ternyata, sudah dijawab oleh ahli Prof. Bungaran Simanjuntak, yang mengatakaan mikrobiologi ikan mati berbahaya bagi kandungan tanah apalagi air. Dengan kata lain Prof menyarankan dasar danau harus dikorek mengeluarkan sisa pelet yang menjadi patogen yang berbahaya. Lalu, apa lagi yang harus kita perdebatkan ya?

Masihkah harus menunggu manusia yang memanfaatkan air itu jadi korban? Ini pendapat ilmiah lho. Wisata alam di Swiss saja dilarang budidaya ikan. Lho koq Indonesia dibolehkan? Sudahlah, pindahkan saja ke laut.

Sehubungan dengan itu, FBBI menyampaikan prihatin atas adanya penemuan ini ibarat ke tangkap tangan, mudah melacak siapa sebenarnya pelaku pelemparan sampah ini? FBBI mendorong Kapolri dan Kapolda serta jajarannya untuk melakukan penyidikan siapa pelakunya. Jika ditemukan, pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjatuhkan sanksi yang seberat-beratnya.

Pada gilirannya agar Air Danau Toba kembali normal, sehingga dipastikan airnya akan berkonstribusi pada kesejahteraan masyarakat di sekitar Danau Toba. UUD 1945 mengamanatkan air, tanah dan udara, dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat.

 

Pekanbaru, 16-2-2019-2019
Penulis: Dr Ronsen Pasaribu (Ketua Umum FBBI)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *