Dewan Mangaraja Adat Batak dan Lembaga Adat Budaya Batak Terbentuk, Bukti Peran Penting Inisiator

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), telah terbentuk 5 Desember 2018, dan menjadi catatan sejarah bagi Bangso Batak di Indonesia maupun Mancanegara.

Namun siapa sebenarnya para inisiator di balik terbentuknya DMAB dan LABB tersebut? Menurut sumber Panitia, ada 4 (empat) pihak yang sebelumnya menyatukan tekad dalam perencanaan sejak awal yaitu: Yayasan Palito (Ketua Umum-Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, APU); Kerabat/Kermahudatara (Kerukunan Masyarakat Adat Batak/Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara-Ketua Umum, Dr. H.P Panggabean, SH., MH); PLD Distrik VIII HKBP Jakarta (Penasehat-Marsma TNI (Pun) M. Situmorang), dan Yayasan Budi Murni Jakarta (Ketua Umum-Budi P. Sinambela, BBA).

Dalam proses pembentukannya, para inisiator sebelumnya melakukan ‘brainstorming’ dan menyamakan persepsi, pada November 2017 di Kampus Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Pertemuan dilakukan beberapa kali, dan berkembang dengan mengundang para aktivis sosial dan budaya Batak lainnya.

Setelah  itu, mereka sepakat membentuk Panitia Seminar dan Perhelatan Adat Budaya Batak, yang kemudian menggelar Seminar Adat dan Budaya Batak, pada tanggal 8 Februari 2018, di Aula Hiobadja, lantai 8, Universitas Mpu Tantular. Hampir 160 Punguan (Perkumpulan) Marga maupun Punguan Marga-marga yang ada di wilayah Ibukota Negara, Jakarta dan sekitarnya yang diundang, ditambah para aktivis sosial dan Budaya Batak dari beberapa organisasi yang ada.

Menurut Panitia, Seminar ini juga sekaligus dimaksudkan untuk ‘Pasada Tahi’ (Menyatukan Hati) para Penurus Marga dan Marga-marga, dalam rangka meningkatkan kepedulian bersama terhadap eksistensi adat dan Bangso Batak di seluruh Nusantara maupun Mancanegara, khususnya di Bonapasogit (kampung halaman). 

Sebagai narasumber saat itu, Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, APU (topik Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., (topik Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (topik Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho (topik Seni Budaya Batak). Sementara Seminar dibuka oleh tuan rumah, Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta, Budi P. Sinambela, BBA yang menaungi Universitas Mpu Tantular.

Adapun penyanggah waktu itu antara lain, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Rektor Universitas Mpu Tantular). Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi untuk menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak.

Sejak Februari itu, hampir setiap minggu, para petinggi Marga-marga dan Marga melakukan pembahasan dalam rapat-rapat Tim maupun Rapat-rapat Komisi secara simultan hingga bulan Nopember. Bahkan dalam beberapa kali, panitia mengundang para akademisi hingga para ekspertis di bidang adat, dalam memberikan kajian dan masukan-masukannya.

Puncaknya, pada Rabu 5 Desember 2018 lalu, digelar Sidang Pleno dan Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Acara dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc dan Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM serta didampingi keempat Inisiator.

 

Foto (kiri ke kanan): Budi P. Sinambela, BBA, Marsma TNI (Pun) M. Situmorang, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc, Drs. Hotland Hutajulu, MM, Dr. H.P Panggabean, SH, MH dan Prof. Dr. Payaman Simanjuntak.

Acara persidangan diawali laporan para Ketua Komisi, yakni Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak (Ketua-Drs. Jadisman Hutapea), dan Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak (Ketua-Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu) yang menyampaikan hasil rapat-rapat dan pembahasan selama 10 bulan dalam bentuk buku.

Setelah itu, masuk ke Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB, Panitia memberi pengarahan dan menentukan persyaratan calon pengurus kedua lembaga. Mekanisme pemilihan  Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum juga telah dipersiapkan, serta pemilihan dilakukan di dua ruang berbeda.

Dalam pantauan media, dengan pola pemilihan yang sangat demokratis dan terbuka, sekaligus juga menepis dugaan sebelumnya, bahwa akan adanya rekayasa dan persekongkolan untuk menentukan siapa yang menjadi Ketua Umum kedua lembaga. Pemilihan berjalan singkat dan tampak adanya kebersamaan dari para Ketua-ketua Marga dan Marga-marga, maupun para aktivis sosial dan budaya Batak yang hadir pada waktu itu.

Akhirnya, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang, DBA; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga, MM; dan Nikolas S. Naibaho.

Sedangkan Ketua Umum LABB Pusat terpilih adalah Budi P. Sinambela, BBA, dengan para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.

Secara prinsip, DMAB menetapkan posisi sebagai lembaga yang bersifat Legislatif (Strategis), sedangkan LABB adalah sebagai lembaga yang bersifat Eksekutif (Operasional). Dalam posisinya, LABB merupakan pusat, yang nantinya akan membentuk jajaran organisasinya di berbagai wilayah Provinsi, hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, bahkan di Mancanegara.

Sementara itu, Ketua DMAB, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu mengatakan, DMAB dan LABB akan  melakukan rapat gabungan terlebih dahulu, untuk menetapkan sinkronisasi program kerja kedua lembaga.

“Kita akan melaksanakan rapat gabungan dulu, untuk lebih memantapkan langkah-langkah lanjutan, serta perlu konsolidasi dan melengkapi personil struktur organisasi. Sinkronisasi garis-garis besar program kerja juga akan kita bicarakan, termasuk rencana menggelar Pesta Bolon (Pesta Besar-red) tahun depan,” ungkap mantan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD ini kepada awak media, usai acara pemilihan Pengurus. (DANS)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *