Gerakan #SAVEBABI untuk “Kedaulatan” Babi

MEDAN, BatakIndonesia.com — Kota Medan pada pagi jelang siang padat dan heboh dengan gerakan massa “Aksi Damai dan Kedaulatan Babi” dengan tagline #SAVEBABI. Gerakan tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka, Jalan Pulau Penang, Medan, Sumatera Utara, Senin (10/2/2020). Menurut Boasa Simanjuntak (Ketua Panitia #SAVEBABI) menyatakan bahwa gerakan aksi damai ini untuk “kedaulatan” babi. Mengapa perlu “kedaulatan” babi?

Berdasarkan keterangan yang disampaikan salah satu panitia bernama Vera Debataraja bahwa kedaulatan babi karena hewan babi mempunyai kedudukan istimewa yang wajib bagi suku Batak yang beragama Kristiani, baik dari sisi budaya maupun dari sisi ekonomi yang telah terbukti salah satu andalan orang Batak untuk meningkatkan taraf hidup dan menyekolahkan anak dengan beternak babi.

BACA:  Gerakan #SaveBabi Hebohkan Sumut

Gerakan #SAVBABI

Ada 6 butir tuntutan aksi damai ini, antara lain:

  1. Menolak keras pemusnahan babi.
  2. Menolak program isolasi babi.
  3. Menolak program sertifikasi (Surat Keterangan Sehat Babi).
  4. Menolak program restocking (pembibitan) babi di Nias.
  5. Mendesak pemerintah segera menangani penyakit babi.
  6. Mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kerugian masyarakat akitab kematian puluhan ribu babi di Sumut.
BACA:  Save Babi.... Yes... Yes... Yes...

Selengkapnya bagaimana hebohnya gerakan aksi damai #SAVEBABI ini dapat disaksikan pada video di bawah ini.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *