Harga Masker N95 Tembus 2 juta, Janganlah Menari di Atas Penderitaan Orang Lain

JAKARTA, BatakIndonesia.com ─ Wabah penyakit yang dibawa virus Corona adalah musibah yang meluas melanda dunia. Musibah seperti ini seringkali dimanfaatkan segelintir orang mengeruk keuntungan besar bagi kepentingan dirinya. Sebagai bukti atau fakta bahwa harga masker N95 dapat menembus Rp1,3 Juta/Boks di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta, Kamis (5/2/2020). Janganlah menari di atas penderitaan orang lain.

Ini terlepas dari makin menipisnya stok masker N95 di pasaran, sehingga permintaan makin tinggi terhadap persediaan. Para pedagang juga perlu memiliki empati kepada orang-orang yang mengalami penderitaan akibat wabah corona tersebut.

Salah satu pedagang di Pasar Pramuka tersebut menjelaskan bahwa sejak virus corona ramai, masker N95 paling banyak dicari. Tidak heran harganya selangit. Dia menyampaikan bahwa kenaikan harga masker N95 terjadi hanya dalam waktu sepekan. Pada hari Minggu lalu, harganya masih Rp195.000 hingga Rp200.000 per boks. Pada Senin, naik lagi menjadi Rp275.000 per boks. Selasa naik lagi jadi Rp350.000, Kamis Rp750.000,Jumat tembus Rp 1 juta, dan sekarang Rp 1,3 juta. “Bahkan ada pembeli menawar Rp1,8 juta per boks. Padahal satu kotaknya hanya ada 20 lembar masker,” ujarnya.

Informasi yang dikutip dari kompas.com, Selasa (4/2/2020), menyebutkan bahwa harga masker N95 kini sudah mencapai Rp2 juta per boks. Sejak minggu lalu harga masker N95 naik menjadi Rp500.000, terus naik lagi jadi RP1 juta dan bahkan ada yang jual Rp2 juta per boksnya. Harga masker N95 di Pasar Pramuka saat ini bervariasi mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta per boks berisi 20 buah.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan bahwa kenaikan harga masker disebabkan kelangkaan produk tersebut di pasaran. Sebab, produsen masker tersebut saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar yang begitu tinggi. “Semua orang lagi panik karena kelangkaan supply. Jadi harganya naik,” ujar Honesti di Jakarta, Rabu (5/2/2020), sebagaimana diberitakan kompas.com.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Verdi Budidarmo mengakui adanya kelangkaan masker N95 di apotek-apotek milik perusahaannya. Menurutnya, stok masker N95 milik Kimia Farma telah diminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia. “Masker milik kami diambil BNPB untuk langkah preventif (penyebaran virus corona). Masker itu disebar di pintu-pintu gerbang yang ada di Indonesia, terutama untuk petugas (di bandara dan pelabuhan),” katanya pada berita kompas.com tersebut.

Masker N95 termasuk salah satu masker terbaik karena memiliki 9 lapisan (ply) untuk mencegah masuknya kuman, debu, hingga virus berbahaya di udara bebas. Masker ini memang ampuh mencegah masuknya virus, termasuk virus corona, tetapi untuk menangkal masuknya virus corona cukup dengan masker biasa sudah aman. (Dari berbagai sumber/Editor: BTS)

BACA:  Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus Siap Bertarung di Pilgubsu

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *