HUT 70 GPIB: GPIB Damai untuk Indonesia Damai

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Indonesia itu sebenarnya sudah damai, cuma karena ulah beberapa kelompok intoleran dan aksi teroris di Indonesia menyebabkan suasana damai Indonesia menjadi rusak. “Ibarat peribahasa nila setitik rusak susu sebelanga,” ujar Pdt Drs P. K. Rumambi, M.Si (Ketua Umum Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat -GPIB). Hal ini disampaikannya dalam acara HUT 70 GPIB di Jakarta pada Rabu (7/11/2018).

Ketum Sinode GPIB menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam rangka HUT 70 GPIB ini adalah Membangun Spiritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai, dan subtemanya adalah GPIB Damai untuk Indonesia Damai. Tema ini diangkat sebagai bagian dari Tema Tahun Pelayanan GPIB Periode 2018-2019. Juga ini menjadi kepedulian Gereja (dalam hal ini GPIB) dalam menyuarakan perdamaian di Indonesia.

Dalam rangka itu, “Panitia HUT menyelenggarakan acara Seminar Nasional pada Rabu (7/11/2018), Aksi Jalan Damai (Mupel Jakarta Timur), Konser Damai dengan Tema: Damai Itu Kita, di Balai Sarbini – Jakarta pada Jumat malam (9/11/2018), Ekspo pada 28 November, Rapat Kerja Pembangunan Ekonomi Gereja, dan Kebaktian Syukur HUT 70 GPIB di seluruh Jemaat GPIB yang tersebar di 26 Provinsi),” kata Tony Wenas (Ketua Panitia HUT).

Membangun Spiritualitas Damai bukanlah perkara mudah karena membutuhkan proses waktu yang panjang. “Spiritualitas Damai sudah, sedang, dan akan terus digali oleh GPIB,” tegas Pdt J. Marlene Joseph, M.Th (Sekretaris Umum Sinode GPIB).

GPIB adalah salah satu organisasi Gereja Protestan di Indonesia yang berdiri sejak 1948, tersebar di 26 Provinsi dengan 323 Jemaat. Konteks pelayanan GPIB yang begitu luas di Indonesia menyebabkan GPIB sarat akan pengalaman dengan keberagaman suku, bahasa, ras, agama, budaya, dan kekayaan sumber daya alam.

Perjalanan melayani dan menggereja di Indonesia membuat GPIB dapat menghadirkan perdamaian dan keadilan dalam kehidupan internal dan eksternal bersama masyarakat Indonesia. GPIB bekerjasama mendukung Pemerintah Indonesia dalam rangka menghadirkan perdamaian dengan menciptakan spiritualitas damai.

Dalam menciptakan spiritualitas damai, GPIB menyelenggarakan seminar. Tujuan seminar adalah mempertajam pemahaman warga GPIB tentang pentingnya membangun spiritualitas damai dari dalam dirinya yang berbasis nilai-nilai Kekristenan dan kearifan lokal, membangun wawasan tentang bagaimana dan dengan cara seperti apa GPIB dapat merajut spiritualitas damai bersama dengan lembaga-lembaga keumatan di Indonesia dan mendorong jemaat-jemaat GPIB bersama masyarakat secara internal maupun eksternal untuk menghadapi keberagaman konteks khususnya menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden di Indonesia pada 2019.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments