Kawasan Wisata Danau Toba: Apa dan Bagaimana Promosinya?

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Urusan meningkatkan pariwisata adalah urusan meningkatkan produk (daya tarik wisata) dan promosi (pemasaran wisata). Itu juga yang berlaku untuk Kawasan Wisata Danau Toba.

Jokowi sudah mulai dan masih akan melanjutkan peningkatan kualitas produk pariwisata Kawasan Danau Toba. Tentunya bersama para pemangku kepentingan di Kawasan Danau Toba.

Bagaimana dengan urusan promosi?

Menurut saya mempromosikan Kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata ke wisatawan mancanegara tak cukup hanya dengan mempromosikan keindahan alam kawasan Danau Toba dan budaya tradsional yang ada di sana.

Perlu juga secara gencar mempromosikan sejarah vulkanologi Danau Toba yang luar biasa.

Dari literatur kita ketahui bahwa dalam letusan gunung berapi 74 ribu tahun lalu yang menimbulkan kaldera yang kini bernama Danau Toba sebanyak 60% (enam puluh persen) penduduk DUNIA meninggal. Ini peristiwa besar yang dapat membangkitkan keingintahuan orang tentang Danau Toba.

Ke mana berpromosi?

Sebetulnya tak perlu jauh-jauh promosi ke Eropa, Tiongkok, Jepang, Korea atau Amerika.

Turis mancanegara bisa dijaring di negara tetangga Singapura. Di Singapura ada sekitar 17,4 juta wisatawan setiap tahun dari berbagai negara.

Bekerja sama dengan biro travel di Singapura, promosi dapat dilakukan terhadap sasaran yang sangat potensial itu. Kini wisatawan dari berbagai negara dapat melanjutkan wisatanya dengan relatif lebih mudah ke Kawasan Danau Toba.

Beroperasinya Bandara Silangit telah meningkatkan akses wisatawan mancanegara. Dari Singapura wisatawan mancanegara dapat melakukan penerbangan Singapura – Kuala Namu – Silangit pulang pergi.

Rasanya ada baiknya bila para Pemerintah Kabupaten di Kawasan Danau Toba bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut patungan nenyisihkan dana promosi pariwisata di APBD masing-masing untuk dengan gencar melakukan promosi gotong royong yang saya maksudkan di atas.

Pikiran ini pernah saya sampaikan di forum pelatihan/lokakarya pariwisata di Humbang Hasundutan pada bulan April 2019.

Penulis: Arta Peto Sinamo (Pengurus DPP FBBI)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *