Kepanitiaan Batak Bersatu Melawan Covid 19 Terbentuk, Untuk Misi Kemanusiaan

Foto: Ilustrasi perang lawan virus Corona

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Di tengah badai ancaman Covid 19 (Corona Virus Disease/virus Corona), yang makin hari makin merenggut banyak nyawa masyarakat, pejabat hingga para medis, kegelisahan dan kekhawatiran makin berjangkitnya virus yang menjadi bencana Nasional ini, membuat banyak pihak juga berkomitmen untuk bersama Pemerintah, melawan wabah tersebut.

Berangkat dari kesadaran dan niat berbuat tindakan nyata untuk kepedulian kemanusiaan, maka Dewan Pengurus Nasional BATAK CENTER, dengan Ketua Umumnya Sintong M. Tampubolon dan Sekjen Drs. Jerry R. Sirait, bersama beberapa tokoh masyarakat Batak Raya (Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola/Mandailing), berketetapan hati membentuk sebuah kepanitiaan yang dinamakan “Batak Bersatu Melawan Covid 19” (BBMC 19).

Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM, Ketua Panitia

Kepanitiaan ini terbentuk tanggal 03 April 2020 lalu, melalui rapat di dunia maya, yang akhirnya menyetujui Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM (Puak Angkola/Mandailing) sebagai Ketua, Drs. Maruap Siahaan, MBA dan Ir. Mardi F.N. Sinaga sebagai Wakil Ketua, Drs. Benjamin Sinaga, MM (Puak Simalungun) sebagai Sekretaris dan Pulo Siregar sebagai Bendahara.

Sedangkan sebagai Pengarah/Penasihat yang diharapkan kesediaannya antara lain: Prof. Dr. Bomer Pasaribu, Drs. Inget Sembiring, Djasarmen Purba, S.H., Arta Peto Sinamo, Laksma. (Purn) Drs. Bonar Simangunsong, dan Prof. Dr.-Ing. K. Tunggul Sirait.

Adapun salah satu misi kepanitiaan ini adalah menggalang donasi melalui partisipasi aktif orang per orang, komunitas Batak perantauan (maupun diaspora), organisasi serta perusahaan yang peduli misi kemanusiaan, di mana pun berada. Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan diteruskan kepada  masyarakat Batak Raya di Bona Pasogit/Bona Bulu/ Kampung Halaman (Tano Batak) di berbagai wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, melalui bantuan ke Rumah-rumah Sakit, Puskesmas, maupun Klinik yang menangani dampak virus Corona.

Menurut Ketua Panitia, Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM, yang juga adalah Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), kini panitia sedang mempersiapkan segala sesuatunya yang menyangkut personil, dan perangkat administratif yang dibutuhkan. Termasuk membuka rekening khusus panitia, yang nantinya akan dikelola secara transparan.

Dikatakan mantan Penasehat Ahli Menteri Agraria/Kepala BPN R.I ini, dalam kondisi seperti ini, seberapapun bantuan yang diberikan, akan sangat bermanfaat.

“Pemikirannya sederhana saja. Ini situasinya sudah perang lawan Corona. Tentu butuh amunisi. Seberapa pun bantuan, akan bermanfaat. Kita ingin berbuat nyata. Tak hanya dengan kata-kata,” ungkapnya via WA kepada awak media yang menanyakan latar belakang terbentuknya kepanitiaan tersebut, Selasa (07/04/2020) di Jakarta.

Harapan mantan Direktur Pemberdayaan Masyarakat BPN R.I ini, semoga masyarakat Batak Raya khususnya, dapat terketuk pintu hatinya dalam membantu misi kemanusiaan ini.

“Kami berharap, semoga masyarakat Batak Raya di mana pun berada, terketuk pintu hatinya, dalam misi kemanusiaan ini. Kami juga maklum situasi sekarang. Maka dengan bantuan yang seberapa pun, secara gotong-royong, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Bona Pasogit yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Batak Center (Pusat Habatakon) digagas oleh Forum Peduli Bona Pasogit (FPBP), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) dan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT). Tercatat 87 nama yang terdaftar dalam akte pendiriannya tahun 2018.

Sementara itu diketahui, per hari Rabu (08/04/2020) publish Pemerintah mengenai Corona, sebanyak 2.956 kasus (218 kasus baru). Sebanyak 240 orang (bertambah 19 orang) yang sudah meninggal. Diantara jumlah yang meninggal, ada 24 orang Dokter yang meninggal terkait Corona menurut catatan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Kendati sebanyak 222 orang yang sembuh, namun hingga kini Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, masih terus berjuang melawan bertambahnya korban. Pemerintah pun telah mengeluarkan berbagai jurus untuk mengatasi makin berjangkitnya Corona, dan terakhir kemaren menetapkan kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), termasuk melakukan sosialisasi protokoler kebersihan menangkal Corona.

Sementara di provinsi Sumatera Utara, per hari Rabu (08/04/2020), ada total 84 kasus dan sudah 7 orang yang meninggal, serta 8 orang yang sembuh. Secara khusus, di seputar wilayah Bona Pasogit, antara lain Tapanuli dan kawasan Danau Toba memang masih minim, namun tingkat kerawanan semakin hari makin tinggi.

Sebab itu, antisipasi dari berbagai sudut perlu dilakukan, dari mulai pencegahan hingga pengobatannya. Apalagi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) mengatakan, bahwa diperkirakan sampai dengan sekitar bulan Juni 2020, masa rawan Corona masih tetap tinggi. DANS

BACA:  Sertifikat IG Kopi Arabika Sumatera Lintong Direncanakan Terbit Januari 2018

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *