Mengapa Perpusakaan Begitu Penting Bagi Bonapasogit?

Kirim Buku

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Sejak Rakernas FBBI (Forum Bangso Batak Indonesia) pertama di Samosir, salah satu program andalan FBBI adalah menyediakan literasi bagi bangso Batak di bonapasogit. Literasi ini dianggap perlu, untuk membuka ilmu pengetahuan para pembaca, guna menambah apa yang dimilikinya. Buku sebagai jendela dunia, dapat menambah pengetahuan sehingga bisa merangsang para pembaca untuk menerapkan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi FBBI, sasaran utama ada tiga kelompok. Kelompok pertama Siswa di segala tingkatan, mulai Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Tingkat Pertama, dan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA).  Kelompok kedua, Guru Sekolah itu sendiri dan Kelompok ketiga, masyarakat umum segala usia.

Mengapa di sekolah disiapkan Balai Pustaka? Sebab adanya kelangkaan kemampuan Pemerintah menyiapkan buku-buku dengan anggaran Pemerintah Daerah. Perbandingan jumlah murid dengan jumlah buku yang masih senjang sekali. Memang, di beberapa daerah, terutama di wilayah perkotaan, penugasan seorang guru untuk menyuruh murid membuka internet menyelesaikan tugas rumah sudah terjadi. Namun menurut hemat kami, membaca buku (hard copy) masih diperlukan keberadaannya di samping bisa dibaca berulang-ulang dan sistematikanya lebih lengkap. Terlebih jika budaya komputer belum akrab bagi sebagaian besar murid di daerah pinggiran, maka buku itu masih menjadi prioritas.

Jika budaya internet pun sudah dikuasai oleh murid maka membaca buku merupakan keniscayaan. Lebih banyak membaca buku, lebih baik. Seperti kata orang bijak, menilai seseorang apakah dia pintar atau tidak, dapat dilihat dari jenis buku yang dia baca. Sekaitan dengan hal tersebut, upaya kita di FBBI adalah melengkapi jenis buku yang diperlukan oleh murid-murid. Termasuk semua guru, guna menambah wawasan dalam memberikan materi pelajaran, selain kurikulum yang sudah dibakukan bahan bacaan diperlukan.

Guru diharapkan akan dapat memberikan jawaban yang tepat dan benar bila ada pertanyaan murid. Termasuk memberikan ilustrasi dalam ajar mengajar, tentu diperoleh dari membaca buku-buku yang mutakhir. Sebab, sejatinya ilmu pengetahuan itu mengalami kemajuan, perkembangan, didasarkan pada kemajuan jaman itu sendiri. Segmen pembacanya masyarakat itu sendiri.

Inipun menjadi fokus kami dari FBBI. Sengaja kami sajikan jenis buku-buku yang bersifat tuntunan praktis dalam budidaya peranian, perikanan, perdagangan atau industri. Jenis tuntutan dengan bahasa yang mudah dimengerti itu, akan memperkaya seorang petani seputar usaha tani yang produktif. Ternyata, petani kita sebenarnya sudah memiliki pengetahuan secara turun-temurun untuk menghasilkan produksi pertaniannya dengan kebijakan lokal.

Ilmu itu akan bisa dilipatgandakan dengan pengetahuan praktis yang didasarkan pada uji laboratorium oleh para ahli. Katakan mulai bicara mengolah tanah siap tanam, pengetahuan tentang tinggi rendahnya tingkat basahnya tanah (keasaman/Ph tanah), memilih bibit unggul, begitu juga pupuk organik dan pupuk kimia. Musim, dan hama penyakit serta obat pembunuh hama serta peningkatan jumlah panen. Jika panen, juga perlu buku tentang bimbingan pemasaran serta menggunakan modal berikutnya supaya bisa mengembangkan usahanya.

Adanya mobil perpustakaan keliling tentu sedikit menolong masyarakat untuk ketersediaan bahan bacaan ini. Tentu, sistem ini memiliki plus minus. Waktu membaca terbatas sebab ditunggu untuk berputar kembali, dan jumlah dan jenisnya relatif terbatas. Sistem ini akan dilengkapi oleh balai pustaka FBBI, di mana jumlahnya minimal 400 judul buku. Bisa dipinjam dengan durasi waktu, dilengkapi dengan daftar buku serta kartu peminjaman.

Balai Pustaka FBBI boleh kami sampaikan di sini sebagai salah satu roh kegiatan FBBI. Pengadaannya tentu tetap hibah dari para donatur, anggota serta simpatisan (nitizen) yang menggunakan FBBI sebagai jembatan untuk berperan serta ambil bagian dalam program pendidikan ini.

Sampai sekarang sudah ada 6 titik, Balai Pustaka, yaitu di Sigolang, Tapsel, Borbor, Taput, Samosir, Pakpak Bharat dan Desa Bulu Cina, Deliserdang. Bagi kami, ajakan “mari membaca menuju masyarakat/bangso batak yang mandiri dan sejahtera” akan bisa dilaksanakan jika kita semua perantau yang notabene lebih maju katimbang mereka yang tinggal di kampung kita.

Silahkan mengirim ke Sekretariat FBBI, jalan Jenderal A.Yani no 2, Utan Kayu, Jakarta Timur. Atau kirimkan lewat kriman Pos atau lainnya. Pasti akan kami salurkan ke tujuannya.

Jakarta, 03 Desember 2017.

Penulis: Ronsen LM Pasaribu (Ketum FBBI)

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *