Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan yang Baru dalam Kabinet Indonesia Maju

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Viralnya dirimu karena besarnya harapan masyarakat. Saya tulis dalam jokes (kelakar), tetapi juga ada yang serius. Saya mencoba menguraikannya, apalagi abang bilang 3 bulan, you want to learn (kamu ingin belajar). These are what I think need to focus on (berikut ini adalah hal-hal yang saya rasa perlu kita fokuskan):

  1. Rombak kurikulumnya ke arah kompetensi dan karakter masa depan yang survive (sintas): percaya diri, teamwork (kekompakkan kerja tim), kreatif, komunikatif, learner (pembelajar), dan cinta Indonesia.
  2. Fokus tingkatkan kualitas guru yang bisa melakukan kurikulum di atas plus yang cinta anak serta jadi fasilitator, bukan konsep guru lama.
  3. Pengelola pendidikan banyak yang tua, suka merasa dirinya pintar, sudah jadul (ketinggalan jaman atau tempoe doeloe). Yang masih bisa dilatih, ayo. Yang tak bisa diganti dan disederhanakan semua administrasi lewat teknologi. Dari 2.0 ke 4.0 tidak mudah.
  4. Semua penelitian di Perguruan Tinggi ditata ulang agar semua penelitian mengacu pada blue print (cetak biru) yang akan dibuat oleh Dikbud. Banyak dana habis penelitian sekadar untuk kepentingan penelitian itu sendiri. Tidak bermanfaat dan tidak berdampak.
  5. Bebaskan dosen dan guru dari penilaian angka kredit. Menghambur-hamburkan waktu dan uang. Ganti dengan kriteria penilaian kinerja.
  6. Suasana belajar siswa pindah dari kondisi radikal khilafah ke suasana sukacita, bebas, dan kebahagiaan.
  7. Seragam anak, buat yang netral, tidak kaku serta tidak cerminkan agama tertentu. Sekolah sebagai “rumah kedua” bagi mereka.
  8. Manusia yang bijak teknologi, hemat saya adalah harus dicapai. Meskipun ada artificial intelligence (kecerdasan rekayasa), robotik, dan lain-lain, justru pendidikan membentuk supaya kemanusiaannya makin benar, makin serupa dengan pencipta-Nya. Sekali lagi, teknologi adalah perangkat, bukan tujuan.
  9. Negara seluas Indonesia perlu dijajaki agar potensi daerah perlu dieksplorasi, disesuaikan kurikulum dan vokasinya. Kita kaya karena kita berbeda, dan berada di bawah naungan NKRI dan Pancasila.
  10. Kerjasama dengan Kementerian Agama, Pariwisata, Tenaga Kerja, Perindustrian, dan lain-lain untuk membuat blue print pendidikan. Ajak juga masyarakat.

Saya tahu Anda dapat melakukannya. Banyak orang berharap dapat berkontribusi.

Penulis: Arta Sinamo
Editor: Boy Tonggor Siahaan

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *