Panggilan Luhut Binsar Panjaitan ke Istana, Lagi-lagi Mendadak

Foto: Luhut Binsar Panjaitan di Istana (Foto:ANTARA/Wahyu Putro A)

JAKARTA, BatakIndonesia.com

Saat berniat membereskan meja kerja, panggilan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ke Istana, lagi-lagi mendadak.

Luhut mengaku panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana sudah yang kesekian kalinya, untuk membantu Presiden. Ini merupakan panggilan mendadak keempat yang diterimanya untuk menduduki jabatan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Diceritakan, pertama, saat ia ditunjuk untuk menjadi Kepala Staf Presiden pada 2015 lalu. Kedua, ketika ia dipindahkan dan dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan pada 2016.

Ketiga, Jokowi kembali memindahkannya ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menggantikan Rizal Ramli. Keempat, Luhut diminta untuk menjadi nakhoda di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

“Secara total, sudah empat kali saya menjalani proses pindah jabatan selama pemerintahan Pak Jokowi. Meskipun demikian ada satu hal yang terus terulang, saya selalu diberitahu mendadak,” tulis Luhut melalui unggahan status dalam akun Facebook-nya pada Sabtu (26/10/2019).

Jenderal Kopassus berusia 72 tahun ini mengaku mendapat panggilan telepon dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno jelang pukul 18.00 WIB pada 22 Oktober 2019.

Ketika itu, Luhut hampir mengirim pesan melalui WhatsApp kepada sekretaris pribadinya untuk merapikan semua barang dari kantor.

“Pak Luhut besok datang dilantik,” kata Pratikno.

“Saya dilantik apa?” tanya Luhut.

“Lho kan Pak Luhut tetap jadi Menko Maritim,” jawabnya.

“Kok saya nggak diberitahu?” kembali Luhut bertanya.

“Pak Luhut kan nggak perlu diberitahu, kan sudah terpatri,” jawab Pratikno.

Tak lama kemudian, protokol istana pun menelepon Luhut. Ia diberitahu kalau Jokowi sudah menunggunya.

Luhut pun segera bergegas ke Istana Merdeka untuk bertemu dengan orang nomor satu di Indonesia itu. Ia menjadi orang yang terakhir sampai, setelah beberapa calon menteri sudah dipanggil lebih dulu.

“Saya baru tiba di pelataran Istana Merdeka jam tujuh malam kurang beberapa menit. Itu karena jam enam lewat saya baru ditelepon protokol istana,” kata Luhut kepada wartawan.

Tiba di istana, sesi wawancara pun dilakukan oleh Jokowi kepada Luhut. Usai wawancara, keduanya membicarakan sejumlah topik di luar tugas Luhut sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Namun, Luhut tak lagi bertanya alasan Jokowi yang selalu memanggilnya secara mendadak ke istana jelang pergantian jabatan. Ia mengaku sudah bisa menebak jawaban mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Pak Luhut sudah tahulah itu, pasti begitulah jawaban Pak Jokowi sama saat melantik saya pertama kali menjadi Kepala Staf Presiden 2015 lalu,” ucap Luhut.

Kalimat yang sama pun kembali didapatkannya saat ia bertanya mengenai pemanggilan mendadak menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Mantan Menteri BUMN Puji Komposisi Menteri KIM

Sementara itu, Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, peran Luhut Binsar Pandjaitan masih dominan di kabinet. Luhut mengisi posisi Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Menurut Dahlan, Luhut bisa jadi tameng dari tekanan berbagai pihak, baik perorangan, politisi maupun parlemen.

“Memang Luhut Panjaitan masih terlihat dominan. Jabatan lamanya tetap: Menko Kemaritiman. Membawahi ESDM dan kelautan. Bahkan ditambah bidang investasi. Tapi –dari kacamata presiden– itu pilihan yang tepat. Luhut bisa jadi bumper untuk berbagai tekanan. Dari perorangan maupun politisi. Termasuk dari parlemen,” kata Dahlan seperti dikutip dari laman pribadinya disway.id, Kamis (24/10/2019).

Ia menambahkan, Luhut merupakan tipe orang yang menyediakan diri untuk menjadi benteng demi kepentingan Presiden.

“Ia tipe orang yang menyediakan diri untuk jadi benteng. Demi kepentingan seorang presiden (Jokowi),” tutupnya.

Kemudian, Dahlan menyebut menteri agama yang baru juga kerabat Luhut, meski resminya orang Partai Hanura. Dahlan bilang, penetapan Fachrul Razi sebagai menteri agama bisa menghilangkan tekanan kiri kanan, baik dari Muhammadiyah atau NU.

“Ia seorang jenderal. Kopassus. Purnawirawan. Taat beragama. Dari Aceh pula,” tulis Dahlan.

Dahlan memuji susunan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. Hal itu ia sampaikan di laman pribadinya disway.id.

Dahlan memberi judul tulisannya tersebut ‘Kabinet Bagus’. Menurutnya, Jokowi sebagai penyusun kabinet tersebut mampu keluar dari tekanan banyak pihak.

“Saya harus memuji susunan kabinet baru ini. Berarti saya harus memuji yang menyusunnya: Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo,” kata Dahlan seperti dikutip detikcom, Kamis (24/10/2019).

Menurut Dahlan, kehadiran Luhut di kabinet bisa menjadi tameng dari tekanan berbagai pihak, termasuk di parlemen.

“Memang Luhut Panjaitan masih terlihat dominan. Jabatan lamanya tetap: Menko Kemaritiman. Membawahi ESDM dan kelautan. Bahkan ditambah bidang investasi. Tapi, dari kacamata presiden, itu pilihan yang tepat. Luhut bisa jadi bumper untuk berbagai tekanan. Dari perorangan maupun politisi. Termasuk dari parlemen,” paparnya.

Ia menambahkan, Luhut merupakan tipe orang yang menyediakan diri untuk menjadi benteng demi kepentingan Presiden.

“Ia tipe orang yang menyediakan diri untuk jadi benteng. Demi kepentingan seorang presiden,” katanya.

Untuk menteri di bidang ekonomi, Dahlan berpendapat kabinet kali ini disusun, lebih pada demi mengkonsolidasikan berbagai pihak. Sehingga kerja bisa tenang dan tentu harapannya target yang dicanangkan bisa dicapai.

“Dari segi kebersamaan, kabinet ini seperti hujan yang merata. Kekompakan kelihatan lebih utama,” tulisnya. DANS/DTK

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *