Raja dan Ratu Belanda Datang, Jadi Ingat Piso Gaja Dompak Raja Sisingamaraja Sudah Kembali (Bagian III)

Foto: Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang, SE., SP., MM dalam acara Horja Bolon DMAB-LABB, di Jakarta.

…lanjutan Bagian III (Selesai)

Media: Ada cerita bahwa Raja Sijorat Panjaitan yang telah melantik salah seorang keturunannya jadi Raja Sijorat X (dari cucu Raja Sijorat VIII). Kapan kira-kira Raja Sisingamaraja XIII dilantik untuk meneruskan dinastinya?.

Piso Gaja Dompak milik Raja Sisingamangaraja XII
Foto: Piso Gaja Dompak milik Raja Sisingamangaraja XII

Prof. Dr. Laurence M: Beberapa bulan lalu, Raja Sijorat Panjaitan dari Sitorang dipestakan perjuangannya oleh Panjaitan dan mereka melantik generasi penerus Raja Sijorat Panjaitan menjadi Raja Sijorat ke X. Mungkin LABB nanti bisa komunikasi dengan Generasi Raja Sijorat yang baru dilantik itu, untuk menghimpun bahan dalam rangka mempersiapkan kedatangan Raja Batak sebagai penerus Raja SSM XII. Supaya Piso Gaja Dompak datang lagi, seperti yang dialami oleh Raja SSM I sampai XII, untuk kemudian menjadi Raja SSM XIII.

Sisingamangaraja adalah suatu dinasti, yang kedinastiannya hanya bisa diteruskan oleh keturunannya langsung. Demikian pula Raja Sijorat. Dalam kerajaan mereka sudah sepakat bahwa Bona ni pasogit sebelah timur diwakilkan pada Raja Sijorat dan sepakat bahwa Raja Sijorat adalah Raja Paidua. Kalau mereka ada pertemuan Sisingamangaraja XII, memakai Baringin dan Raja Sijorat memakai Bane-bane.

Raja Sijorat ke VIII adalah pejuang yang sangat setia pada Sisingamangaraja XII. Berjuang sampai dengan titik darah penghabisan. Dan beliau wafat di Rumah Sakit Balige. Bahasa Raja Sijorat adalah Sisingamangaraja adalah ‘Anggi di Partubuon, alai Haha di Harajaon’ (Adik dari dalam silsilah kelahiran, tapi Kakak dalam Kerajaan). Dan itulah yang dikonfirmasikan Raha Saidi yang dinobatkan jadi Raja Sijorat ke IX waktu beliau berkunjung kerumah saya dulu.

Panjaitan adalah pomparan ni Tuan Dibangarna, keturunan Sibagot Ni Pohan, anak sulung dari Sorba Ni Banua. Sedang Sisingamangaraja adalah Sinambela, keturunan Si Raja Oloan, anak ke-4 dari Sorba ni Banua. Makanya secara silsilah, Panjaitan adalah si-abangan. Makanya tadi dikatakan, haha di partubuan alai anggi diharajaon.

BACA:  Tradisi Makan Bersama Orang Batak Penuh Kekeluargaan

Haha di Partubu alai Anggi di Harajaon, sama dengan sekarang, Pomparan Guru Tatea Bulan sebagai Haha dari Raja Sumba di Partubu. Tapi, Pomparan Guru Tatea Bulan jadi Anggi di Harajaon, memegang jabatan eksekutif. Namun Guru Tatea Bulan memegang ilmu segala hadatuon

Media: Apakah memungkinkan Raja Sisingamaraja XIII akan dilantik seperti yang dilakukan oleh Raja Sijorat telah melantik Raja Sijorat X?

Lukisan Raja Sisingamangaraja XII
Foto: Lukisan Raja Sisingamangaraja XII

Prof. Dr. Laurence M: Kala itu, saat Raja Sisingamaraja XII gugur, semua rakyat Batak menginginkan untuk melantik Raja Buntal, putra Sisingamangaraja XII jadi Raja Sisingamaraja XIII. Tapi Belanda melarang. Menyebut nama Raja Sisingamarajapun dilarang. Sebab nama itu tetap melegenda di masyarakat Batak.

Kemudian putra Raja Buntal, Patuan Sori juga ada dimaksud untuk meneruskan dinasti itu. Tetapi saat masih muda belia, Patuan Sori meninggal. Kemudian masyarakat Batak menunggu anaknya Patuan Sori lahir. Dan benar, anaknya yang diberi nama Raja Tonggo lahir dua bulan setelah ayahnya meninggal. Ada maksud  si Onom Ompu melantiknya jadi Sisingamaraja XIII, tunggu setelah dewasa.

Sekarang Raja Tonggo sudah dewasa dan telah menjadi dewasa, dia enggan menerima ditabalkan jadi Raja Sisingamaraja XIII, karena amang udanya masih ada yaitu Raja Napatar Sinambela, putra Raja Barita adik dari Raja Buntal Sinambela, yang direncanakan jadi Raja Sisingamaraja XIII tetapi dilarang Belanda.

Solusinya adalah, win-win solution. Agar si Onom Ompu yang terdiri dari marga-marga: Bakara, Sinambela, Sihite, Manullang, Marbun, dan Mamora, tetap menetapkan Raja Buntal jadi Raja Sisingamaraja XIII. Dan Patuan Sori Raja Sisingamaraja XIV, dan Raja Tonggo Sinambela jadi Raja Sisingamaraja XV. Dan pamannya, Raja Napatar Sinambela jadi Ketua Paniroi (Penasehat) yang disebut dalam konstitusi Amerika adalah Chairman of Advisory Council. Dan di Indonesia dapat disebut Ketua Pertimbangan Kerajaan.

BACA:  GEPENTA dan Pemkab Tobasa Rencanakan Sinkronisasi Program Bersama

Sebab pada waktu ada pesta Si Raja Oloan di Bakara tahun 1989, di tempat peristirahatan yang disediakan pada kami dan beberapa haha doli (abangan) Sinambela, ada seorang marga Sinambela menghampiri dan kesurupan Raja Sisingamaraja XII dan berkata: “Nunga marimbulu tangan ni anakki” katanyaa, yang diterjemahkan, bahwa Raja Tonggo sudah mulai dewasa. Kenapa dikatakan anakki atau anakku? Karena Raja Tonggo itu adalah anak dari cucunya Patuan Sori, sehingga menjadi anak mangulahi (kembali menyebut anak). Biar solusi ini diteruskan pada si Onom Ompu dan Keturunan Si Raja Oloan.

Media: Nampaknya Raja Sijorat Panjaitan akan diusulkan jadi Pahlawan Nasional. Akankah memori dari Prof ini bisa membuka jalan?. Atau mungkin diseminarkan?

Makam Raja Sisingamangaraja XII di Bakkara
Foto: Makam Raja Sisingamangaraja XII di Bakkara

Prof. Dr. Laurence M: Perlu juga kita menuliskan memori itu dalam buku, untuk diseminarkan dan dicetak. Mencerdaskan Bangso Batak, semangat dalam interaksi kehidupan kenegaraan, kendati mungkin hingga pasca pemerintahan Joko Widodo. Supaya LABB tampil beda dari yang lain dan organisasi Batak yang sangat banyak jumlahnya.

Jadi, semoga Raja Sijorat Panjaitan jadi Pahlawan Nasional. Ada dua pejuang Batak antri jadi pahlawan Nasional yaitu Raja Sijorat dan keturunannya, sudah memperoleh rekomendasi dari  Pemerintah Sumatera Utara. Dan semua persyaratan itu sudah diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris Militer, untuk memperoleh Surat Keputusan Presiden.

Dan Tuan M.H Manullang yang sejarah perjuangannya dari tahun 1915 sampai 1940 berhasil diungkap Dr Lance Castles, berupa disertasi PhD, di Yale University dengan judul “The Political Life of Sumatran Residency Tapanuli 1915-1940”. Keturunannya sekarang sedang menunggu keputusan Presiden. Belum diputuskannya mereka jadi Pahlawan Nasional karena ada yang kurang, yaitu kisah-kisah perjuangannya harus di seminarkan, dan hasil seminar itu akan dijadikan sebagai pendukung usul jadi pahlawan tersebut. Itu menurut informasi terakhir yang kita peroleh dari keturunannya sebagai pengusung usul jadi Pahlawan Nasional.

BACA:  Panggilan Luhut Binsar Panjaitan ke Istana, Lagi-lagi Mendadak

Media: Bagaimana sesungguhnya karakter Belanda zaman dulu? Katanya, ratusan kali menjanjikan memberi kemerdekaan kepada Bung Karno dan selalu diingkari, benarkah?

Prof. Dr. Laurence M: Sepengetahuan saya dan pengalaman saya dengan orang-orang Belanda, selalu taat janji dan tepat janji. Sangat berbeda dengan jiwa Belanda zaman penjajahan. Horas ma.

Demikian wawancara yang dilakukan awak media batakindonesia.com dengan Profesor yang sangat bersahaja ini. Tak disangka, Guru Besar bidang Ilmu Akuntansi ini mengetahui banyak kisah seputar Piso Gaja Dompak dan Raja Sisingamaraja XII, yang tentunya dapat menambah khasanah cerita terkait yang sudah ada selama ini.

Sementara itu, pemikitannya mengenai ‘Win-win solution’ tentang kelanjutan generasi penerus dinasti Raja Sisingamangaraja XII dan selanjutnya, tentu sangat mungkin dimatangkan oleh pihak keluarga dan lingkungan keluarga terkait. Semoga bermanfaat bagi bangsa Indonesia, khususnya Bangso Batak!

 

Catatan:

Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang, SE., SP., MM juga sebagai Ketua SDM dan Pendidikan Dewan Mangaraja Adat Budaya Batak; Ketua Pembina Persatuan Guru Besar (Profesor) Indonesia (PERGUBI); dan Ketua Dewan Pembina Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan.

 

Editor: Danny PH Siagian, SE., MM

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *