Satika Simamora Angkat Produktivitas Penenun Ulos

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Penenun ulos Batak sudah makin sulit dicari dan kebanyakan dari mereka sudah lanjut usia. Tidak banyak lagi orang mau menggeluti pekerjaan sebagai penenun ulos Batak. Masyarakat Batak di Kawasan Danau Toba lebih senang bertani atau menggeluti pekerjaan lain karena jelas hasilnya dan mudah mendapatkan uangnya. Kalau hal seperti ini dibiarkan terus-menerus, maka kita dapat memperkirakan bahwa para penenun ulos Batak bakal punah.

Hal seperti inilah yang menjadi perhatian sosok seorang istri Bupati Tapanuli Utara (Taput) bernama Satika br Simamora. Dia adalah istri dari Nikson Nababan (Bupati Taput). Biasanya seorang istri Bupati secara otomatis menjadi Ketua Dekranasda.

Sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Taput, Satika berkeinginan para pengrajin yang di bawah binaannya dapat menikmati kehidupan yang sejahtera. Dia sangat memperhatikan nasib para penenun ulos Batak yang makin lama makin sedikit dan kebanyakan sudah lanjut usia. Tidak banyak orang mau menggeluti pekerjaan bertenun, terutama generasi muda atau generasi milenial di zaman now ini.

Menyiasati cara meningkatkan perekonomian para penenun, Satika banyak melakukan kunjungan ke pengrajin ulos Batak dan melakukan dialog. Proses tersebut tentu tidak semudah yang kita bayangkan karena banyak tantangan baik dari luar maupun dari dalam. Bahkan tantangan terberat adalah para penenun itu sendiri yang sulit menerima dan mengikuti perubahan yang bermanfaat bagi mereka.

Meskipun demikian, Satika tidak pernah menyerah karena ia sangat mengasihi para penenun tersebut dan tulus membantu mereka agar mereka hidupnya sejahtera.

Alhasil melalui proses yang melelahkan dan bercucuran air mata, Satika akhirnya mampu mengangkat derajat para penenun ulos Batak, sehingga mereka berpenghasilan tinggi dan produktivitas mereka pun terjamin kualitasnya.

Pada kesempatan event ULOS FEST 2019 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, 12-17 November 2019, Satika membawa rombongan para penenun yang dapat menjadi teladan bagi generasi milenial. Para penenun ini hadir mendemontrasikan kebolehannya menyulap seutas benang dapat menjadi kain ulos bernilai seni dan budaya yang tinggi.

Banyak pengunjung yang tertarik dengan demonstrasi yang dilakukan para penenun ulos Batak dari Kabupaten Tapanuli Utara ini. Mereka memperlihatkan bagaimana cara pembuatan ulos Batak mulai dari benang sampai menjadi kain ulos. “Kami membawa para penenun ini dari Kota Tarutung,” ujar Satika.

Pada kesempatan Sabtu (16/11/2019), kami mendokumentasikan aktivitas para penenun ini dan bagaimana prosesnya. Santika memandu dari awal hingga akhir dan memberikan penjelasan yang luar biasa. Para pengunjung banyak memberikan apresiasi atas hasil kerja dan produktivitas para penenun ulos Batas asal Taput ini. Saksikan videonya di bawah ini:

Videografer: Dony Leonardo
Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Ada Daya Juang untuk Mengikut Yesus

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *