Tradisi Sihali Aek di Toba

MEDAN, BatakIndonesia.com — Pada 26 Desember 2019 lalu, Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, yang meliputi Aceh dan Sumatera Utara. Acara Seminar berlangsung di Medan bersama para peneliti, yaitu Harvina, Hermaliza, Liyansyah, Angga, dan Gomgom Lumbantoruan. Tim peneliti dan Seminar ini diarahkan oleh Prof. Dr. Robert Sibarani dari USU (Universitas Sumatera Utara).

Tradisi Sihali Aek di Toba

Tradisi Sihali Aek di Tipang, Bakkara, sudah berjalan ratusan tahun. Tradisi Sihali Aek dengan cara marsirippa atau bergotong-royong adalah tradisi pengelolaan irigasi dan pertanian seperti Subak di Bali. Sihali Aek dimulai dengan ritual perkalaan dan ditutup dengan persembahan syukur kepada Mulajadi Nabolon (Sang Mahakuasa) dan leluhur serta tetua.

Masyarakat Tipang di Bakkara merupakan keturunan Siraja Sumba. Tanah asal mula Siraja Sumba yang menikah dengan Siboru Pandan Nauli, putri dari Siraja Lontung dari Sabulan.
Siraja Sumba mendiami daerah Siamak Pandan Nauli yang kemudian dinamakan Tipang.

Siboru Pandan Nauli melahirkan anak-anaknya, yaitu Sihombing dan Simamora. Keturunannya kemudian merantau meninggalkan Tipang, dan baru secara beramai-ramai kembali ke kampungnya setelah generasi ke-12. Sejak masa itu tradisi Sihali Aek di Tipang itu semakin disempurnakan.

Tradisi Sihali Aek termasuk mengatur irigasi secara bergotong-royong dengan mengelola sumber airnya dari air terjun Sipultak Hoda, Sigotagota, dan Panaharan. Tradisi ini meliputi pertemuan Rapot Bolon Raja Napitu, pembacaan perkalaan atau kalender Batak, penentuan kelompok yang akan bertugas mengatur irigasi pada periode tersebut, penentuan jenis tanaman yang akan ditanam melalui ritual Batu Siungkap ungkapon, pemilihan benih, dan pesta syukuran Mangallang Indahan Siporhis, dan ritual persembahan.

Tradisi ini masih terus dijalankan hingga sekarang. Pertanyaannya kenapa kearifan lokal seperti Sihali Aek ini tidak menjadi tradisi juga di wilayah lain di dekatnya yang juga punya persawahan dan struktur masyarakat yang sama?

Penulis: Jim Siahaan (dalam Akun Facebooknya)

BACA:  Dulu Bung Karno Pernah Mengunjungi Bandara Silangit

Facebook Comments

Default Comments

One thought on “Tradisi Sihali Aek di Toba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *