Balai Pustaka FBBI Turut Mencerdaskan Anak-anak dan Mencerahkan Masyarakat

Balai Pustaka FBBI Turut Mencerdaskan Anak-anak dan Mencerahkan Masyarakat

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Salah satu program kerja strategis, unggulan, dan wajib dari FBBI (Forum Bangso Batak Indonesia) adalah menumbuhkan Balai Pustaka di pelosok bonapasogit. Mengapa demikian? Karena pembangunan dan pembinaan sumber daya manusia unggul adalah salah satu misi FBBI dalam anggaran dasarnya. Jika sumber daya manusia suatu daerah sudah unggul dalam bidangnya maka diharapkan masyarakat bonapasogit akan mampu mengangkat tingkat kehidupannya dari pra sejahtera menjadi taraf hidup sejahtera. Alasan kedua adalah FBBI melihat ketidakmampuan masyarakat desa dalam mengelola Balai Pustaka di desa secara swadaya sementara BOS (bantuan operasional sekolah) tidak tampak penggunaannya membangun balai pustaka.

FBBI yang berdiri sebagai organisasi masyarakat Batak, diprakarsai oleh perantau dari bonapasogit berkomitmen dalam program kerjanya untuk membangun sumber daya manusia dengan menghadirkan Balai Pustaka di seluruh pelosok bonapasogit.

Balai Pustaka FBBI Turut Mencerdaskan Anak-anak dan Mencerahkan Masyarakat
Sejak dini sudah dibiasakan membaca agar mereka makin cerdas.

Program Balai Pustaka FBBI ini diluncurkan pada 2014 yang dimulai dari Desa Sigolang, Kec. Aek Bila, Kab. Tapanuli Selatan (kampung asal Ketum FBBI, Ronsen Pasaribu) sebagai proyek percontohan. Kegiatan ini diawali dengan pengiriman buku sebanyak 400 judul yang layak dibaca oleh masyarakat umum, tetapi lebih diutamakan buku-buku pelajaran di sekolah untuk tingkat SD/SMP/SMA. Seluruh buku ini adalah sumbangan sukarela dari anggota FBBI maupun simpatisan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara dan luar negeri. Antusias orang Batak di perantauan merespons program ini dengan sangat baik dan antusias. Terbukti, bahwa hanya dalam waktu singkat Balai Pustaka di desa Sigolang bisa terealisasi.

Pendirian Balai Pustaka di Desa Sigolang ini sangat disambut baik oleh perangkat desa di sana, demikian juga masyarakatnya. Saat pendirian Balai Pustaka FBBI di desa, tentu DPP FBBI tidak mau jika di kemudian hari Balai Pustaka yang dibangun tidak berfungsi sebagaimana diharapkan. Jadi, sebelum membuka Balai Pustaka, DPP FBBI (Ketum sendiri) melakukan sosialisasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan kesepakatan dan kesepahaman bersama untuk mengelola Balai Pustaka antara FBBI dengan perangkat desa, guru dan masyarakat Sigolang. Kesepakatan dan kesepahaman itu menetapkan bahwa Balai Pustaka ditempatkan di SD Negeri Sigolang (satu-satunya sekolah di desa tersebut).

Balai Pustaka FBBI Turut Mencerdaskan Anak-anak dan Mencerahkan Masyarakat

Kini, setelah berjalan 5 tahun sejak berdirinya Balai pustaka ini di Desa Sigolang, FBBI menerima kabar yang sangat baik dan positif atas keberadaan Balai Pustaka ini. Sama seperti desa lain di bonapasogit, pemanfaatan fasilitas Balai Pustaka di desa menghadapi tantangan yang sulit. Pada umumnya orangtua belum memahami kegunaan BP ini di desa mereka. Para orangtua menganggap waktu anak-anak 100% dibutuhkan untuk pekerjaan di ladang saja, dengan kata lain waktu berkunjung ke BP tidak diberikan. Beruntung, perangkat desa dan para guru SDN Sigolang memahami betul manfaat BP ini bagi generasi muda yang sedang bersekolah di SD tersebut.

Sebagai bentuk tanggungjawab dari guru-guru SD tersebut, untuk menyiasati pengaruh orangtua yang tidak mengijinkan anak mereka, maka guru-guru melalui kepala sekolah, Horas Pasaribu, membuat pernyataan bahwa seluruh siswa wajib mengunjungi BP dan membaca buku sebanyak mungkin. Setiap siswa yang mengunjungi dan membaca buku akan mendapat penilaian berdasarkan kehadiran dan jumlah buku yang dibaca. Demikianlah BP ini berjalan dengan baik, terlihat antusias anak-anak membaca buku telah bertumbuh dengan baik.

Balai Pustaka FBBI Turut Mencerdaskan Anak-anak dan Mencerahkan Masyarakat

Ada kabar yang kita terima bahwa pada bulan Maret yang lalu, untuk pertama sekali SDN Sigolang ini telah memberangkatkan siswanya mengikuti Olimpiade Pendidikan ke tingkat Kabupaten. Horas Pasaribu mengatakan bahwa mereka memberangkatkan seorang siswa ke olimpiade pendidikan tingkat Kabupaten adalah merupakan prestasi membanggakan bagi mereka. Ia mengatakan juga bahwa BP FBBI sangat berperan dan membantu anak didik meraih prestasi demikian. Dalam hal ini, FBBI juga merasa bangga, ternyata kehadiran BP benar-benar memberikan dampak langsung dan positif kepada anak didik di desa tersebut.

Pembinaan BP FBBI tidak berhenti sampai di sini. Kita semua harus turut serta membangun BP yang lain sampai seluruh desa yang membutuhkan BP kita realisasikan. Saatnya kita berbuat. Kemudahan telah diberikan pemerintah dengan program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia dengan ketentuan maksimal 10 kg buku untuk satu orang pengirim.

Ayo berbuat, 1 buah buku akan membukakan sebuah jendela dunia kepada anak didik di desa, juga membuka wacana dunia kepada masyarakat desa. Jika ada anggota maupun simpatisan yang akan menyumbangkan buku maka DPP/DPD/DPC/DPR FBBI, siap menerima untuk diteruskan ke BP FBBI yang sudah ada maupun BP yang akan didirikan berikutnya.

AYO MENYUMBANG BUKU

Oh iya, DPP FBBI juga telah menyumbangkan seperangkat alat drum band ke SDN Sigolang pada waktu yang lalu. Berikut ini kami lampirkan foto aktifitas/kegiatan anak didik mebaca buku dari BP FBBI Desa Sigolang.

 

BACA:  Perlu Kerjasama Semua Pihak dalam Memberantas Narkoba

29 April 2019
Jayalah Bangso Batak
Advendes Pasaribu Ultop
Perwakilan FBBI Timur Tengah

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *