FBBI Mengingat Kembali Prakarsa Awal Pelatihan Kompetensi Perhotelan untuk Pariwisata Danau Toba

Kompetensi Perhotelan

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Lebih dari setahun yang lalu tepatnya pada Kamis dan Jumat (15-16 September 2016), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Perhotelan bagi karyawan hotel dan restoran di Hotel Rogate Beach, Desa Unjur, Kecamatan Simanindo, Samosir. Acara tersebut berlangsung sukses dan memperoleh sambutan dari pihak hotel maupun pemerintah setempat.

Menyelenggarakan kegiatan seperti ini bukanlah hal yang mudah. FBBI berusaha sesuai dengan kapasitasnya. FBBI memang memiliki keterbatasan keuangan yang berbasis hibah dari fungsionaris dan donatur pihak ketiga. Namun demikian FBBI mengembangkan strategi dengan mencari peluang kerjasama pihak lain untuk melaksanakan rencana aksi di Bonapasogit. Alhasil ketika ada informasi kegiatan Perhotelan di lingkungan Kementerian Pariwisata RI di Samosir, langsung ditindaklanjuti FBBI.

Bekerjasama dengan Kementerian Parawisata tersebut, FBBI mengajukan permohonan satu paket kegiatan Pelatihan Kompetensi Perhotelan tersebut. Sejumlah 160 orang peserta mengikuti pelatihan perhotelan bertaraf nasional dan internasional dengan baik, selama 3 hari dengan melibatkan 80% berstatus sudah bekerja di bidang perhotelan, sisanya owner (pemilik) atau direktur hotel yang berada di tujuh Kabupaten Kawasan Danau Toba.

Pelatihan Kompetensi Perhotelan tersebut bertujuan merevolusi mental para karyawan hotel dan restoran di Kawasan Danau Toba. Mereka dilatih melayani para tamu dengan keramahan, kejujuran, disiplin, dan bersahabat, baik kepada turis asing maupun turis lokal.

Masyarakat Batak sejak dahulu kala sudah dikenal sebagai masyarakat yang ramah, sopan, dan santun. Bukti akan hal tersebut dapat dilihat dari kebudayaan yang ditinggalkan nenek-moyang (ompung-ompung) Bangso Batak. Anda dalamilah kebudayaan dan adat-istiadat orang Batak, maka Anda akan menemukan keramahan, kesopanan, dan kesantunan ompung-ompung kita.

Lalu mengapa kebanyakan orang Batak distigma kurang ramah dan sopan. Ada semacam keterputusan (missing link) pada satu generasi ke generasi berikutnya di era tertentu. Hal tersebut perlu penelitian yang signifikan.

FBBI menjadi semacam lembaga yang mencoba menyambungkan keterputusan tersebut. FBBI memang tidak mengklaim diri sebagai satu-satu yang melakukan upaya tersebut. FBBI masih percaya bahwa ada lembaga-lembaga dan komunitas-komunitas lain berbasis budaya Batak (habatakon) juga mengupayakan hal yang sama.

Dengan melakukan revolusi mental masyarakat Batak di Kawasan Danau Toba (KDT) atau Bonapasogit (kampung halaman) adalah kunci utama keberhasilan pembangunan industri pariwisata di samping pembangunan infrastruktur lainnya. Masyarakat Batak, baik di KDT (Bonapasogit) maupun di perserakan (diaspora) dituntut kerendahan hati untuk merevolusimentalkan dirinya dengan keramahan, kesopanan, dan kesantunan.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum FBBI), menekankan bahwa mengingat Pemerintah sudah bertekad untuk membangun industri pariwisata di Kawasan Danau Toba dan sekitarnya, maka tidak ada pilihan lain kecuali merevolusimentalkan masyarakatnya dari yang kurang ramah menjadi ramah, jujur, disiplin, dan bersahabat demi terwujudnya tujuan pembangunan industri  pariwisata ini.

Djalan Sihombing, SH (Sekjen FBBI) menambahkan bahwa pelatihan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan didukung oleh Bank BNI, Bank BCA, PT. Totalindo, PT. Pola Beton, Radio Pelita Batak 94.6 FM, Ir. Effendi Sianipar anggota DPR-RI, Ir. Leo Nababan, dan Ir. Tagor Marpaung, MM.

Pelatihan ini sudah direncanakan sejak Rakornas I FBBI di Samosir awal bulan Januari tahun 2016, yang merupakan bagian dari keputusan tersebut. Kegiatan ini mendukung program pemerintah di mana Danau Toba ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata Indonesia.

Narasumber berasal dari Lingkungan Kementerian Pariwisata, Direktur Akademi Pariwisata Medan, Pakar Perhotelan yang kebetulan adalah Fungsionaris DPD FBBI Bali dan Fungsionaris DPP FBBI. (Boy Tonggor Siahaan)

BACA:  Raja dan Ratu Belanda Diulosi dan Kagumi Danau Toba

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *