Ir. S.M. Tampubolon: Sinergitas Pemda Masih Kurang dalam Pembangunan Pariwisata Danau Toba

Ir. S.M. Tampubolon: Sinergitas Pemda Masih Kurang dalam Pembangunan Pariwisata Danau Toba

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Mahaesa telah mengaruniakan Danau Toba kepada orang-orang Batak khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Secara khusus BATAK CENTER mengucap terimakasih kepada Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden Jokowi dengan kesungguhannya mendorong percepatan kunjungan pariwisata ke Danau Toba, sehingga Kawasan Danau Toba (KDT) menjadi destinasi prioritas Pariwisata Indonesia.

Dalam rangka tersebut, Jokowi sudah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 49 Tahun 2016 Tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) atau sering disingkat Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT).

BATAK CENTER juga mengapresiasi UNESCO yang telah menetapkan Kaldera Toba sebagai Global Geopark pada 7 Juli 2020 di Paris. Pemerintah Indonesia sudah mengajukan hal tersebut sejak 2011. Indonesia telah memiliki kaitan geologis khususnya dengan masyarakat berbudaya Batak di KDT dan keanekaragaman hayati, sebagaimana dikatakan oleh UNESCO.

Berdasarkan topik diskusi Webinar di atas, BATAK CENTER berangkat dari perspektif tersendiri. Pertama, menjaga ciptaan Tuhan, yaitu alam semesta termasuk di dalamnya Danau Toba. Hal tersebut sebenarnya sudah tertulis dalam Alkitab, yaitu Kejadian 2:15: “Tuhan menempatkan manusia (Adam dan Hawa) di Taman Eden adalah untuk memelihara ciptaan-Nya.”  Dari hal tersebut manusia diberikan wewenang mengelola ciptaan-Nya.

Ciptaan Tuhan, Danau Toba, adalah berkat bagi masyarakat sekitar. Dengan kedatangan pengunjung (turis/pelancong) ke Danau Toba merupakan sumber ekonomi yang memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun akan memperoleh manfaat dari hal tersebut.

Karena itu, masyarakat dan pemerintah perlu menjaga kelesatarian Danau Toba. Dengan kelestarian Danau Toba tersebut, maka pemanfaatannya harus dilakukan secara berkesinambungan agar menjadi berkat bagi banyak orang.

Lagipula, setelah Kaldera Toba ditetapkan sebagai Global Geopark, maka tanggung jawab kita menjadi lebih besar untuk kelestarian Danau Toba tersebut dan sekaligus kita menjaga ciptaan Tuhan seperti yang terdapat dalam Kejadian 2:15 di atas.

Kedua, kelestarian Danau Toba dapat dilihat dari sisi kecukupan air Danau Toba. Air Danau Toba harus berada di atas 905 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan kecukupan air Danau Toba tersebut, Kawasan Danau Toba menjadi kawasan yang hijau dan asri.

Ketiga, air Danau Toba yang bersih, jernih, dan sehat.

Dalam rangka mewujudkan ketiga hal tersebut agar tercapai kelestarian Danau Toba, maka kita perlu kerjasama dan sinergitas seluruh pemangku (stakeholder) masyarakat dengan melibatkan pengusaha dan pemerintah daerah.

Dalam  hubungannya dengan masyarakat, kita perlu melibatkan seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Tokoh agama lebih ditingkatkan lagi perannya agar masyarakat dapat menghargai ciptaan Tuhan dengan menjaga alam sekitarnya sebagaimana diperintahkan Tuhan dalam Kitab Suci.

Dalam kaitannya dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat, maka kami memandang perlu sinergitas di antara seluruh pemerintahan daerah (kabupaten/kota) di KDT. Dalam pengalaman kami, kami melihat ada kesan pemda-pemda setempat jalan sendiri-sendiri, sehingga koordinasinya kurang memuaskan.

Diskusi webinar ini tidak lebih melahirkan pemikiran untuk mendorong pembangunan pariwisata Danau Toba, sekaligus sedapat mungkin diimplentasikan.

Nommensen sendiri pernah mengatakan bahwa Danau Toba adalah karunia untuk orang Batak. Karena itu, tanggung jawab orang Batak adalah memelihara keabadiannya.

Apa yang menjadi gagasan kita dalam webinar ini dapat bermanfaat. Idealisme gagasan tersebut akan bermanfaat jika seluruh pemangku dapat mengimplementasikannya dan masyarakat menjadi sejahtera.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Banjir di Deliserdang Tenggelamkan 500 Rumah

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *