Kita Hanya Bisa Menyapa di Udara

Kepanitiaan Batak Bersatu Melawan Covid 19 Terbentuk, Untuk Misi Kemanusiaan

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Masa Covid 19, kita hampir tidak bisa menyapa siapapun bertatap muka. Kita dibatasi oleh si makhluk kecil bernama virus Corona di mana wujudnya pun tidak tampak secara kasat mata. Ya, kita hanya bisa menyapa di udara atau istilah kerennya secara online atau virtual.

Di awal merebaknya wabah Covid-19 ini, kita banyak disuguhi segala berita seperti pertambahan korban terpapar, orang dalam pengawasan, dan bahkan mereka yang meninggal akibat Covid-19.

Berita meninggal ini yang sangat kita khawatirkan dan membuat kita sedih. Pasrah karena protokol PSBB punya cara sendiri menangani korban meninggal.

Dari RS, korban sudah dimandikan, dibalut plastik, dan masuk mobil jenasah siap diantar ke pemakaman. Sedang keluarga, mereka hanya pasrah menyaksikan dari jarak tertentu.

Semuanya demi membatasi penularan agar keluarga tidak tertulari.

Terkadang, di jalan berbunyi sirene mobil ambulance, hati kita langsung sedih, seraya mengatakan waktunya dipanggil Tuhan. Turut berduka.

Sirene itu, tak lama terdengar lagi… dan lagi. Covid-19 telah mengubah segalanya bagi kehidupan manusia tak kecuali kita di komunitas. Kita diajari, bagaimana standar hidup baru (new life standard), tahap pemulihan maupun suatu saat kelak benar-benar si Corona hengkang dari Ibu Pertiwi, Indonesia, bahkan dunia.

Pergerakan dibatasi, kerumunan dibatasi. Masker, cuci tangan, jaga jarak dan setiba di rumah bagi yang keluar rumah wajib menanggalkan seluruh benda yang melekat di badan, seperti sepatu, baju, jam, cincin, dan kacamata untuk dicuci. Sementara itu, badan wajib mandi bersih.

Masa sekarang ini, menjadi penting bagi kita yang berteman dalam komunitas apapun, saling “bersapa, satu atau dua kalimat saja, seperti selamat pagi, siang atau selamat malam. Lebih baik lagi, kita mengirimkan gambar sendiri, pertanda kita sehat walafiat.

Beruntung, kita punya WA (WhatsApp) atau FB (Facebook) yang menjangkau segala jarak.

Selamat pagi, jelang siang. Tuhan.memberkati kita semua.

Salam sehat, dari saya Ronsen Pasaribu.

Jakarta, jumat tgl 7 Agustus 2020 pkl. 09.30 WIB.

BACA:  Masih Mungkinkah Makan Bersama Keluarga di Lingkungan Perkotaan?

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *