Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit

Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit

Foto: Anggota FBBI Sumut dan para pemuda saat pengibaran Sang Merah Putih di Gunung Pusuk Buhit, peringati 75 tahun R.I

MEDAN, BatakIndonesia.com

Lima srikandi anggota Dewan Pimpinan Daerah Forum Bangso Batak Indonesia (DPD FBBI) Sumatera Utara (Sumut), akhirnya kesampaian juga mengibarkan sang Merah Putih, di puncak Gunung Pusuk Buhit, Samosir, tepat 17 Agustus 2020 yang lalu, bersama sejumlah anak muda pencinta alam.

Rupa-rupanya, kelima srikandi ini sudah sejak lama bertekad mengibarkan merah-putih di Puncak  Pusuk  Buhit itu, dalam rangka menyambut 75 tahun Republik Indonesia. Bahkan sampai 5 (lima) kali terjadi perubahan jadwal keberangkatan dan penyusutan jumlah rombongan, para srikandi tersebut  tetap saja pada pendirian semula, untuk berangkat dan melakukan aksinya.

Kelima srikandi itu adalah: Vera Debataraja (Bendahara DPD FBBI Sumut), St. Sorta Simanjuntak, Rigel Hasibuan, Jenny Veronika Siahaan, dan Tince. Mereka bergabung dengan rombongan pemuda-pemudi pencinta alam, yang juga ingin merayakan 75 tahun R.I di puncak gunung Pusuk Buhit.

Kelima srikandi itu berangkat dari Medan menuju Samosir tanggal 16 Agustus 2020, dan langsung merapat ke kaki gunung Pusuk Buhit. Malamnya, mereka mendaki gunung yang sakral bagi orang Batak itu selama 8 (delapan) jam, untuk tiba di lereng gunung.

Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit
Foto: Hormat bendera dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Setelah perjalanan 8 (delapan) jam, mereka istirahat 2 (dua) jam, dan lanjut hingga 2 (dua) jam lagi tiba dipuncak pagi harinya. Mereka berkenalan dengan sekelompok pemuda-pemudi pencinta alam, dan setelah bincang-bincang, mereka sepakat melaksanakan Upacara Kemerdekaan HUT R.I ke-75 bersama-sama.

Hebatnya, ada satu diantara anggota FBBI berusia 70 tahun, St. Sorta Simanjuntak yang masih mampu mengimbangi mereka yang jauh lebih muda dalam pendakian. Dia didaulat menjadi Inspektur Upacara, Pembaca Teks Pancasila, dan Pemimpin Doa. Sementara Vera Debataraja dengan mantap sebagai pemegang bendera selama upacara.

BACA:  Aksi #SAVEBABI Gugah Kepedulian Derita Peternak Babi

Dari video rekaman terlihat, para srikandi dan pemuda-pemudi yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa asal Medan dan sekitarnya itu, melakukan Upacara pengibaran sang Merah Putih sebagaimana formasi biasanya. Ada Komandan Upacara, Inspektur Upacara/ Pembina, Pembacaan Teks Pancasila, Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan dirigen Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Doa, dan Amanat Inspektur Upacara. Lengkap dengan MC.

Upacara berlangsung dengan sukses dan lancar, tanpa suatu halangan apapun. Bendera terus berkibar selama upacara. Luar biasa. Lagu Tujuh belas Agustus tahun Empat lima juga berkumandang, dan diakhiri laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa upacara selesai.

“Laporan! Upacara peringatan HUT R.I ke-75 oleh FBBI di puncak Gunung Pusuk Buhit telah selesai dilaksanakan. Laporan selesai!,” kata Komandan Upacara.

Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit
Foto: Pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara (kanan)

“Bubarkan!,” sahut Inspektur Upacara, Sorta Simanjuntak.

“Bubarkan,” sambut Komandan Upacara.

Usai upacara yang sukses, merekapun melompat-lompat kegirangan dan salam sehat dan menjaga jarak satu dengan lainnya. Mereka memekikkan “Horas Bangso Batak Indonesia… Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75, Merdeka…Merdeka..Merdeka…”.

Setelah melakukan ziarah, mereka berkemas turun dari puncak pukul 4 (empat)  sore. Sampai di bawah sekitar pukul 10 malam, karena turun lebih cepat waktunya daripada mendaki, kendai jalannya sempit dan berbatuan.

Menurut pimpinan rombongan Vera Debataraja, gagasan ini sudah lama direncanakan, guna memberikan semangat kebersamaan anggota seraya berdoa serta syukuran atas HUT RI ke 75 tahun.

Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit
Foto: Pembacaan Amanat Inspektur Upacara, St. Sorta
Simanjuntak (kanan), Pengibar bendera Jenny Veronika (tengah) dan Komandan Upacara (kiri)

“Gagasan ini sudah lama direncanakan. Dan Vera ingin ziarah ke pusuk buhit, karena asal mula halak batak ada di Pusuk Buhit. Tentu ada baiknya kami Forum Bangso Batak Indonesia berdoa disana, minta sama Tuhan supaya FBBI di seluruh dunia sehat dan damai, serta Indonesia tetap jaya,” ucapnya via WA kepada awak media, Sabtu (22/08/2020).

BACA:  Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus Sah Ikut Pilkada Sumut

Adapun para pemuda-pemudi yang turut bersama srikandi FBBI Sumut yaitu: (1). Irawati Rohani Sitohang (19 tahun), mahasiswa keperawatan Universitas Pelita Harapan); (2). Julianti Situmorang (20 tahun), mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan (jurusan Teknologi Laboratorium Medis); (3). Samuel Naibaho (20 tahun), mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Jurusan Teknik Mesin); (4). Elrado Simbolon (19 tahun), Taruna Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (Jurusan Keselamatan Penerbangan-pertolongan kecelakaan penerbangan); (5). Ramli hotmatua Sitorus (22 tahun), Akademi keperawatan Kesdam I Bukit Barisan Medan; (6). Rizal Alfrido Sitanggang (20 tahun) karyawan bidang Marketing; (7). Josh Brolyn Simbolon(16 Tahun), pelajar SMA Negeri I Pangururan; (8). Juan Carlos Sagala (21 tahun), mahasiswa pendidikan olahraga, Universitas Singaperbangsa Karawang.

Lima Srikandi FBBI Sumut Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Pusuk Buhit
Foto: Seluruh Tim Pelaksana pengibaran bendera merah putih di Pusuk Buhit

Sebagai informasi, Pusuk Buhit (“puncak bukit”) adalah nama salah satu puncak di pinggir barat Danau Toba. Dalam mitologi suku Batak, puncak tersebut diceritakan sebagai tempat “kelahiran” suku Batak.

Pusuk Buhit adalah salah satu gunung berapi (G.Sibayak, Sinabung, Sorik Merapi) di Sumatera Utara. Gunung Pusuk Buhit dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, yang memiliki ketinggian 1.972 1972 mdpl (meter di atas permukaan laut) menawarkan pesona alam menakjubkan, mencakup beberapa desa di Kecamatan Sianjur Mula-mula dan Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. DANS/VER

 

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *