Meluaskan Pelayanan FBBI di Sumatera Utara

Meluaskan Pelayanan FBBI di Sumatera Utara

MEDAN, BatakIndonesia.com — Beberapa waktu lalu, Kepengurusan DPD FBBI Provinsi Sumatera Utara disahkan dengan Ketua Dr Timbul Sinaga SE, MSA. Semenjak itu, semangat bekerja pada kami sebagai jajarannya semakin membuncah. Hal ini menjadi bumbu percakapan dalam rapat Pengurus DPD FBBI Sumut di Kantor Sekretariatnya, Medan, Sumut, pada Selasa (30/3/2021).

Sebagaimana diketahui, mandat yang diberikan DPP kepada Vera Debataraja sebagai caretaker membuat semangat tidak surut bahkan bertambah dengan target sampai tuntas. Prinsip kemudahan mengubah personalia asal dengan tujuan kebaikan dan rasanya semakin semangat oleh hasil Rapimnas dan Munas II lalu. Intinya bagi pejabat yang diangkat, tetapi tidak menunjukkan niat kerja, ia harus siap untuk diganti posisinya.

Inilah kendala yang selama ini terjadi di kepengurusan. Seolah-olah, mereka yang memperoleh SK seakan harga mati. Ada atau tidak ada kegiatannya, harga mati kepengurusan, semacam hak mutlak. Seolah biarkan dunia runtuh, aku tetap menjabat di FBBI, demikian gumam mereka.

Pertama, bermula dari pembicaraan dengan Ketum dan petinggi di DPP, kita menyadari bahwa kepentingan organisasi untuk bangsa dan negara lebih penting daripada sebuah jabatan dengan kepentingan pribadi atau kelompok. Sebaliknya, kepentingan rakyatlah yang utama.

Pasti ada friksi dengan pengartian tersebut, tetapi jika AD/ART sudah mengatur maka itulah dasar hukumnya. Pada dasarnya yang terjadi penggeseran saja kecuali ada memang mundur pelan-pelan dan disahkan kemudian.

Hal kedua, program penguatan kelembagaan menjadi prioritas kepengurusan kami. Perintah ketua DPD adalah agar semua kelengkapan kota dilengkapi kepengurusannya, baik yang sudah terbentuk sebelumnya maupun yang baru sama sekali. Tujuannya adalah untuk meluaskan pelayanan FBBI sampai daerah dan menjadi sasaran FBBI di bonapasogit.

Hal ini sering disampaikan Ketum Dr Ronsen Mangaratua Pasaribu SH, MM. Visi dan Misi FBBI menyejahterakan Batak di bonapasogit dan di manapun berada. Segmen bonapasogit ada pada Provsu maka DPD FBBI Sumut menjadi Provinsi strategis.

Gubernur Sumut menjadi penting. DPRD Sumut juga penting bahkan Kesbangpol semua harus bersinergi dalam merumuskan program yang ada anggaran APBDnya di tingkat provinsi. Demikian juga Walikota dan Bupati, tersedia dananya yang dapat diperluas pelaksanaan FBBI di kota masing-masing. Di sinilah peran Gubernur dan DPRD menjadi mediator asalkan FBBI mengajukan Proposal yang dipercaya dan dana tersedia.

Adapun cabang yang sudah kami bentuk adalah DPC Medan, DPC Deli Serdang, DPC Sergei, DPC Binjai, DPC Siantar, DPC Simalungun, DPC Samosir, DPC Toba, DPC Taput, DPC Humbahas, DPC Sidempuan, DPC Tapsel, DPC Tapteng, DPC Kisaran, DPC Sigolang Tapsel, DPC Dairi, DPC Pakpak, DPC Tanjung Balai, dan 5 ranting. Keduapuluh lembaga ini bisa berkembang dan kota Medan akan kami kembangkan lagi dengan ranting pusat di Medan Barat, Timur dan Selatan atau mengikuti nomenklaturnya masing masing.

Sesuai pesan Ketum FBBI bahwa Pasal 5 ART berbunyi FBBI adalah Lembaga Pemberdayaaan Masyarakat agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud di segala bidang. Jadi bukan lembaga sosial masyarakat dan di medsos, tetapi harus dikenal di hati masyarakat itu sendiri. Kelak kemudian hari melalui kegiatan pemberdayaan inilah sebagai pembeda dengan ormas lainnya di Sumut. Juga apa yang dipesankan Ketua DPD FBBI yang juga sebagai Anggota DPRD Sumut pada saat Rapat Perdana, beliau akan memperjuangkan FBBI supaya berbekas di hati masyarakat Batak pada umumnya.

Mari kawan kawan kita bergerak masing-masing untuk memberdayakan dengan kegiatan yang berbeda tentunya sesuai potensi andalan ekonomi wilayah dan jenis alam masing-masing. Humbahas dengan agrokulturnya, Taput dengan kacang sihobuknya, Samosir dengan pariwisata dan peternakan, Tapsel dengan salak sibakkua, Sedimpuan dengan ikan saleh. Dairi dengan kopi Sidikalangnya, Tapteng dengan ikan lautnya, Binjai dengan buah-buahannya, Medan dengan produk pangan yang kita kenal di Deliserdang, Karo dan Pakpak dengan kopi, dan sebagainya. Semua punya potensi yang bisa kita kembangkan dengan produktif.

Akhir kata selamat bekerja. Semoga Masyarakat maju dan sejahtera ekonominya di tengah perjuangan kita melawan Covid -19. Salam sehat tetap dengan prokes 5M.

Pewarta: Vera Debataraja

BACA:  Dosa Ekologis dan Covid-19

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *