Menakar Capaian Pembangunan Kabupaten Toba

Rasio Beban Ketergantungan Penduduk di Kawasan Danau Toba

Oleh: Drs. Edison Manurung, MM *)

OPINI

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di wilayah RI akan digelar pada 9 Desember 2020, termasuk di Kabupaten Toba, Sumut. Saat ini, pemerintahan Kabupaten Toba dipimpin oleh duet Darwin Siagian dan Hulman Sitorus, dan masih menyisakan kurang lebih satu tahun lagi untuk menuntaskan masa kepemimpinan mereka pada  periode ini (2016 – 2021).

Namun, patut disyukuri dan diapresiasi kinerja pasangan Darwin Siagian dan Hulman Sitorus untuk menyejahterakan 183,7 ribu jiwa penduduk Kabupaten Toba pada saat ini. Bahkan ditengah terpaan Covid-19 (virus Corona), pembangunan Kabupaten Toba terus berlangsung secara paralel pembangunan manusia dan pembangunan infrastrukturnya.

Berbagai capaian pembangunan tersebut telah dipotret berdasarkan beberapa keluaran (output) dan hasil (outcome) sebagai indikator strategis pada program pembangunan manusia dan program pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang secara komprehensif, holistik, dan bersinergi dengan program Nawacita Presiden Jokowi.

Indikator strategis terkait pada program kerakyatan yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, jumlah pengangguran, dan lain-lain serta  pembangunan aksesibilitas moda transportasi darat, laut, dan udara, waduk/irigasi, revitalisasi pasar dan lainnya akan digunakan sebagai indikator keberhasilan untuk menakar capaian pembangunan di Kabupaten Toba.

IPM dan Program Perlindungan Sosial

Duet Darwin dan Hulman telah berupaya dan sukses meningkatkan kualitas masyarakat Kabupaten Toba. Hal ini tercermin pada capaian IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Toba yang terus meningkat. Pada tahun 2016,  capaian IPM Kabupaten Toba sebesar 73,60. Kemudian, tahun 2017 naik menjadi 73,87, dan berturut-turut  tahun 2018 (74,48) dan tahun 2019 (74,92).

Data IPM daerah ilayah Kawasan Danau Toba
Foto: Data IPM daerah wilayah Kawasan Danau Toba (Sumber: BPS Sumut)

Bila dicermati dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 ada kenaikan 1,32 poin.  Artinya, pembangunan manusia di Kabupaten Toba terus mengalami kemajuan. Mudah-mudahan di sisa waktu kepemimpinan mereka, capaian IPM Kabupaten Toba dapat terus meningkat.

Menurut standar UNDP (United Nations Development Program), capaian IPM Kabupaten Toba di atas 70 dikategorikan “tinggi”. Capaian IPM ini merupakan bukti kerja nyata duet Darwin dan Hulman dalam membangun Kabupaten Toba yang tidak hanya membangun infrastruktur atau fisiknya tapi juga sumber daya manusia (SDM)nya.

Dengan kualitas manusia yang tinggi diharapkan menjadi modal besar bagi pembangunan Kabupaten Toba di segala lini. Dengan begitu, pembangunan akan betul-betul menyentuh seluruh elemen sehingga dapat memperbaiki taraf kehidupan masyarakat Toba.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2019, IPM Kabupaten Toba (74,92) posisinya di atas IPM Sumut (71,74) dan Nasional (71,92). Capaian IPM Kabupaten Toba merupakan kedua terbaik setelah Kabupaten Deli Serdang (75,43) dari 33 kabupaten/kota yang ada di wilayah Sumut.

BACA:  Aksi Nyata DPD FBBI SumSel Beri Bantuan APD dan Sembako

Sementara, peningkatan pembangunan manusia yang telah dicapai oleh duet Darwin dan Hulman perlu diapresiasi. Capaian ini tidak hanya menunjukkan semakin membaiknya kualitas hidup masyarakat Kabupaten Toba, tetapi juga semakin menunjukkan kian meratanya pembangunan.

Pemerataan inilah yang masih akan menjadi tantangan pembangunan manusia di masa yang akan datang. Perluasan cakupan berbagai program perlindungan sosial merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Berbagai program perlindungan sosial yang telah diluncurkan pemerintah diantaranya program keluarga harapan (PKH).

Beberapa tahun ini jumlah bantuan pada PKH terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 sebesar Rp. 7.619.240.000,- ; tahun 2018 naik menjadi  Rp. 8.150.185.600,- ; dan tahun 2019 yakni Rp.21.392.750.000,-. Ini merupakan komitmen duet Darwin dan Hulman untuk terus membantu keluarga miskin mendapatkan akses fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Bentuk bantuan lain juga telah berlangsung dan dilaksanakan di Kabupaten Toba selama  periode (2016 – 2019). Untuk kelompok usaha bersama (KUB), penerima bantuan telah mencapai 116 kelompok; Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)  mencapai 16.331 KPM; bantuan konsultasi kesejahteraan masyarakat  melalui Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) sebanyak 115 orang, dan bantuan kepada masyarakat untuk rumah tidak layak huni (RTLH)  sebanyak 131 unit.

Untuk pelayanan kesehatan peserta Jamkesda Kabupaten Toba, terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun 2018 yakni 6.970  jiwa menjadi 13.690  jiwa pada tahun 2019.  Penerima JKN/KIS di Kabupaten Toba pada tahun 2019 berjumlah 56.840 jiwa.

Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran

Menakar Capaian Pembangunan Kabupaten Toba
Foto: IPM Kabupaten Toba (Sumber BPS Kab. Toba)

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Toba, pada tahun 2016, jumlah penduduk miskin mencapai 10,08 persen. Namun, memasuki tahun ketiga dan keempat, duet Darwin dan Hulman mampu menurunkannya secara signifikan, yakni pada tahun 2018 (8,67 persen) dan tahun 2019 (8,60 persen).

Dibandingkan dengan angka Sumut, persentase jumlah penduduk miskin Kabupaten Toba jauh lebih rendah. Sumut  dengan jumlah penduduk miskin pada tahun 2016 (18,20 persen);  tahun 2017 (18,49 persen); tahun 2018 (15,82 persen) dan 2019 (15,78 persen).

Sementara itu, dalam hal penciptaan lapangan kerja, kinerja pemerintah Kabupaten Toba terus membaik. Pada tahun 2015, sebelum duet Darwin dan Hulman memerintah, terdapat pengangguran sebayak 3.277 orang. Namun, sejak kepemimpinan mereka, angka pengangguran di Kabupaten Toba terus menurun secara signifikan pada tahun 2017 menjadi 2.107 orang; tahun 2018  sebesar 2.090 orang; dan  tahun 2019 menjadi 1.267 orang.

Penurunan angka pengangguran ini merupakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yang pada gilirannya  mampu menciptakan lapangan kerja. Seiring  itu pula, penurunan angka penggangguran akan berdampak pada penurunan jumlah penduduk miskin.

BACA:  GEPENTA dan Pemkab Tobasa Rencanakan Sinkronisasi Program Bersama

PDRB dan Pembangunan Infrastruktur

Salah satu indikator aspek kesejahteraan dalam RPMJD Kabupaten Toba adalah PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Capaian pertumbuhan PDRB Kabupaten Toba terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebelum duet Darwin dan Hulman memimpin Kabupaten Toba, laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Toba pada tahun 2015 sebesar 4,55 persen. Kemudian, pada tahun 2016 tumbuh 4,80 persen dan tahun 2017 tumbuh 4,96 persen. Selanjutnya, pada tahun 2018 tumbuh 4,96 persen (sama dengan tahun sebelumnya), namun pada tahun 2019 sedikit melambat (slow down), tumbuh 4,88 persen.

Lebih jauh, program pembangunan infrastruktur telah berlangsung secara paralel dengan program pembangunan manusia. Pembangunan infrastruktur bukan hanya bertujuan agar arus logistik menjadi lebih lancar dan harga-harga berbagai komoditas menjadi lebih murah. Pembangunan infrastruktur juga mampu membuka dan mendekatkan akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan dasar, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Akses inilah yang diharapkan dapat memperluas pilihan-pilihan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Menakar Capaian Pembangunan Kabupaten Toba
Foto: Infrastruktur di Kabupaten Toba (Dok. DannyS)

Saat ini, Kabupaten Toba terus berbenah meningkatkan pembangunan infrastruktur baik yang menggunakan sumber dana APBD maupun APBN. Utamanya, pembangunan peningkatan pembangunan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Diantaranya peningkatan pembangunan run way bandar udara Sibisa dari 1200 meter menjadi 1700 meter dengan lebar 30 meter yang menelan dana Rp.31 miliar. Untuk pembangunan pelabuhan/dermaga Ajibata dari tahun 2017 sampai dengan 2019 telah menelan dana sekitar Rp.80 miliar.  Kemudian, pembangunan pelabuhan/dermaga Balige juga telah digelontorkan dana sekitar Rp.60 miliar selama dua tahun terakhir ini. Demikian pula,  pembangunan dan pengembangan kapal  (KMP Ihan Batak) jenis Roro 300 GT.

Pembangunan pembukaan jalan darat yang baru pada tahun 2016 sepanjang 12 km; tahun 2017 (19,6 km); tahun 2018 (2,5 km); dan tahun 2019 (18 km). Untuk penataan atau perbaikan jembatan pada tahun 2016 (227 unit); tahun 2017 (231 unit); tahun 2018 (246 unit); dan tahun 2019 (255 unit). Untuk penataan bendungan pada tahun 2016 (31 unit); tahun  2017 (35 unit); dan tahun 2018 (34 unit). Pada tahun 2016, penataan pada saluran irigasi saluran primer (89,5 km) dan saluran sekunder  (50,9 km). Pada tahun  2017, saluran  primer (90,9 km) dan saluran sekunder (54,0 km). Sedangkan  tahun 2018,  saluran  primer (93,7 km) dan saluran sekunder (73,2 km).

Selanjutnya, pembangunan Balige by pass direncanakan sepanjang 9,8 km, telah terealisasi progres pembangunannya hingga tahun 2018 mencapai 6,2 km. Berarti masih terdapat sisa 3,6 km lagi yang masih “PR” atau pekerjaan rumah bagi duet Darwin dan Hulman.  

Selain itu, untuk memberi akses kepada masyarakat melakukan akifitas ekonomi, pemerintah Kabupaten Toba telah merevitalisasi pasar rakyat pada tahun 2016 sebanyak 2 unit, dan masing-masing tahun 2017 (5 unit); dan tahun 2018 (8 unit).

BACA:  Sustainable Tourism Development Diperkenalkan Kepada Mahasiswa IPDN

Sementara itu, program “Toba Terang” adalah merupakan upaya pemerintah Kabupaten Toba untuk mengentaskan dusun yang belum disentuh aliran listrik. Selama duet Darwin dan Hulman memimpin Kabupaten Toba telah membangun energi listrik melalui PLN dan PLTMH yang dibangun Pemkab Toba. Ada 6 dusun lagi yang belum teraliri listrik dan ditargetkan pada tahun 2020 akan selesai dibangun sehingga seluruh dusun di Kabupaten Toba nantinya akan teraliri listrik.

Lebih jauh, memasuki tahun keempat, duet Darwin dan Hulman ini merupakan awal penataan kembali sendi-sendi pembangunan di Kabupaten Toba. Tampak dari hasil pembangunan empat tahun ini menunjukkan capaian pembangunan  pada program kerakyatan. Untuk itu, perlu pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Toba menuju masyarakat sejahtera pada periode kedua berikutnya (2021 – 2026).

Namun, itu terserah masyarakat Toba untuk memberikan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan. Tetapi penduduk Toba, jadilah pemilih yang cerdas dan rasional berdasarkan data empirik (fakta di lapangan) sebagai capaian pembangunan yang telah ditorehkan duet Darwin dan Hulman.

Semoga pesta demokrasi di Kabupaten Toba pada Desember 2020 berlangsung damai, jujur, adil, bebas, dan rahasia. Pilihan Anda, ada di tangan Anda sendiri. Jangan terpengaruh dengan rayuan (iming-iming) dari pihak lain untuk kepentingan sesaat. Ikuti kata hati nurani anda sendiri. Menatap ke depan  untuk menggapai masyarakat Toba yang sejahtera.

Akhirnya, semoga masyarakat Toba dalam pesta demokrasi nanti tetap patuh pada protokol kesehatan seperti: jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dengan air mengalir, jaga daya tahan/immun tubuh dengan olah raga ringan/berjemur matahari, dan tidur yang cukup. Selanjutnya, minta pertolongan Tuhan. Salam sehat..! (Jakarta, 10 Nopember 2020).

*) Penulis adalah Pemerhati Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Danau Toba (KDT)/ Direktur Eureka Namora Research Consultant (Alumnus FMIPA UGM)

Editor: Danny S

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *