Natural Affection

NDANG MARPANGGORTAP

Sarito na Marimpola di Minggu Adven (Tinongos Muse)

BatakIndonesia.com ─ Pada dasarnya, manusia mewarisi perasaan mencintai dan mengasihi, terutama kepada keluarga dan kerabat, secara alamiah. Inilah yang dikenal sebagai ‘natural affection‘ (Greek: ‘stergeo‘). Kasih ini adalah pemberian Tuhan. Sebagai contoh, orangtua mengasihi anaknya atau keluarga dekatnya, dan sebaliknya. Sayangnya, dosa menggerusnya dari hari ke hari (without natural affection).

Dalam prakteknya, kasih mewujud ke dalam berbagai bentuk. ‘Eros’ (romantic love) adalah perasaan cinta kepada lawan jenis. Ini pulalah yang mendatangkan nafsu seksual kepada yang bukan kerabat atau saudara (dekat). Bentuk kasih selanjutnya adalah ‘phileo’ (brotherly love). Ini adalah perasaan mengasihi sesama karena ada kepentingan. Dalam prakteknya, inilah yang paling banyak dilakoni. Orang Batak menyebutnya ‘holong na marpambuat‘, ada udang di balik bakwan. Kasih ini menjadi lumrah atau wajar.

Yang terakhir adalah ‘agape‘ (true love). menjelma ke dalam bentuk lain. Ini adalah kasih yang sebenar-benarnya (beyond love)–the love that impels one to sacrifice his own interests for the benefit of the person loved. Agape mengorbankan kepentingannya demi kebaikan orang (pihak) yang dikasihi.

Kehadiran Tuhan sebagai manusia, melalui kelahiran Yesus Kristus, adalah perwujudan kasih agape Tuhan kepada umat manusia. Tuhan ‘mengorbankan’ Putera-Nya satu-satunya untuk membangun jembatan penghubung antara manusia dengan Tuhan setelah terputus ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Tuhan juga hendak merestorasi ‘natural afecction‘ kita yang sudah terkikis akibat dosa kita.

Oleh karena itu, tema sentral dari Natal adalah pengejawantahan kasih (agape) Tuhan kepada manusia. Dengan demikian, menanti dan menyongsong kedatangan Yesus pada masa Adven ini adalah tindakan aktif kita untuk menyiapkan hati (natural affection) kita untuk Tuhan restorasi. Saya menyebutnya sebagai ‘fertilizing our heart for love seeds’ (Asa gabe tano na napu rohanta i di hatubuan ni lata ni holong).

Selamat Adven IV

Penulis: Albiner Siagian (Sahalak parhalado di HKBP Perumnas Simalingkar; Guru Etos dohot Revolusi Mental na marbisoloit)

BACA:  Serial Kearifan Batak (11): Pengido Ras Tuktuki Ma!

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *