Paias Pamatangmu!

Paias Pamatangmu!

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Orang Batak, sejak dahulu kala sudah memiliki ajaran moral, bahkan diajarkan di Sekolah Dasar. Poda Nalima. Satu di antaranya “Paias pamatangmu“.

Bersihkan badanmu/pamatangmu. Mandi, pagi dan sore, itu yang kita pahami. Agar tidak ada daki di kaki, badan dan sekujur tubuh kita. Waktu susah saat kecil di kampung halaman, pemahaman mandi saja, berbeda dengan yang dipahami sekarang. Sekarang, mandi dengan berbagai sabun, shampo, sikat gigi dan odol serta pengharum lainnya.

Bagaimana pemahaman paias badanmu, dahulu kala?

Tidak selengkap perlengkapan mandi sekarang. Mungkin pembaca tak percaya, jika mandi tanpa sabun. Sikat gigi memakai rumput oma-oma. Bahkan sirabun tanpa apapun cukup dengan jari-jari kita untuk sikat gigi. Ah, itu bohong, pasti itu komentar anak-anak jaman “now“.

Sekarang masa pandemi Covid-19, nasehat orang Batak itu, memunculkan kesadaran utama kita.

Jika kita pulang dari luar rumah, semua pakaian yang melekat pada badan kita wajib copot, sepatu atau sandal yang kita bawa tinggalkan di luar. Hanya tinggal badan kita yang masuk rumah. Itupun tak boleh bersentuhan dengan siapapun, harus segera ke kamar mandi. Paias badanmu. Kembali mandi, bukan himbauan lagi, tetapi sudah masuk SOP keselamatan jiwa saat ini. Mandi, sabun, gosok, dan cuci rambut alias shampo. Tidak boleh buru-buru, pastikan badan kita sudah bersih dari segala kuman dan virus Corona yang mungkin melekat, tanpa kita sadari.

Selain badan, ada bagian badan yang juga wajib dibersihkan sesering mungkin, yaitu: cuci tangan.

Saat masuk kantor dan/atau restoran, kita wajib cuci tangan dengan sabun dan disiram dengan air mengalir. Maksudnya virus yang melekat di tangan kita dipastikan mati, sehingga kita tidak menjadi sebagai carier (pembawa) virus ke mulut waktu makan atau minum dan bahkan ketika menyentuh apapun.

Tentu, masker dan cairan beralkohol yang disebut sanitizer, sebagai pelengkap kesehatan yang dimaksudkan dalam nasehat orangtua kita bisa disebut “paias pamatangmu”.

Mari kita masuk pada new life standar, pola kehidupan yang dahulu hanya slogan, tetapi sekarang tidak hanya nasehat di kelas atau di rumah. Jika kita ingin lolos dari maut corona, maka nasehat Paias Pamatangmu menjadi Standar Operasional Prosedur, SOP diri kita, bukan orang lain, tapi kita semua.

Selamat membersihkan badan kita, tangan kita! Saya, Anda dan kita semua agar sehat selalu di tengah pandemi Covid-19.

Jakarta, 19 Juli 2020. pkl. 22:51 WIB
Ronsen Pasaribu

BACA:  Tahan di Hulu Tekan di Tengah Dorong di Hilir

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *