Pesta Partangiangan Bona Taon Punguan Sirajanabarat Se-Jabodetabek 2020 Berjalan Sukses

Pesta Partangiangan Bona Taon Punguan Sirajanabarat Se-Jabodetabek 2020 Berjalan Sukses

Foto: Acara Pesta Bona Taon Sirajanabarat se Jabodetabek

JAKARTA, BatakIndonesia.Com

Pesta Partangiangan Bona Taon Punguan Sirajanabarat se-Jabodetabek Tahun 2020 berjalan dengan lancar dan sukses.

Pesta Bona Taon tersebut berlangsung pada Minggu, 26 Januari 2020, dari pukul 08.00 sampai dengan 18.00 WIB, di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur. Bona Taon kali ini mengambil Tema: Ciptaan Baru Dalam Kristus (2 Kor 5:17), dan Sub Tema: Bangkit Menjadi Satu Dengan Semangat Baru Demi Kemuliaan Tuhan.

Acara kebaktian dilangsungkan pagi hari, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah itu, Acara Bona Taon diisi dengan berbagai rangakaian acara, mulai dari Laporan Ketua Panitia, Sambutan-sambutan, Pengumuman Pengurus Baru, Manortor Dewasa, Pemuda, Remaja dan Anak-anak, Nyanyi hingga door prize.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Tahun 2020, Ir. Jemsly Hutabarat, SH., MM mengucapkan terimakasih kepada para Penasehat, Pengurus dan Anggota yang telah membantu pemikiran, dana dan tenaga, hingga terselengggaranya pesta Bona Taon dengan baik. Terutama suksesnya pembelian kupon acara oleh para anggota, yang dijadikan sebagai pembiayaan pesta.

Jemsly juga melaporkan, pada acara Bona Taon akan dilangsungkan sekaligus, serah terima Pengurus Baru 2020-2023, seraya mengucapkan terimakasih kepada pengurus periode lalu, yang telah menjalankan fungsi pelayanannya selama ini.

Pengumuman Pergantian Pengurus Punguan periode 2020-2023
Pengumuman Pergantian Pengurus Punguan periode 2020-2023

Sementara itu, Ketua Umum Sirajanabarat periode 2016-2020, Dr. William Ewart Mangarinsan Hutabarat dalam sambutannya mengucapkan selamat mengemban tugas kepada pengurus baru periode 2020-2023.

William berpesan, ada baiknya AD/ART disesuaikan dengan perkembangan organisasi dan perkembangan zaman. Termasuk perlunya memberi perhatian untuk memperkenalkan budaya Batak kepada para generasi muda, antara lain masalah bahasa yang beberapa tahun belakangan ini jumlah pemakainya semakin menurun. Kemudian perlunya punguan-punguan yang ada di kota-kota besar selalu memberi perhatian ke Bona Pasogit (kampung halaman) di Rura Silindung.

BACA:  Danau Toba Menanggung Beban Berat Konservasi

Yang menarik, adanya usulan agar bersama-sama merencanakan Pesta Partangianagngan Hutabarat se-Dunia di Tarutung, mengingat pesta terakhir sudah lebih duapuluh tahun yang lalu. Sedangkan revisi buku adat, sudah dicetak dan segera dapat digunakan sebagai pedoman kesamaan kerja dalam melaksanakan adat di Punguan Sirajanabarat Jabodetabek.

Umum Sirajanabarat periode 2020–2023, Saur Marolop Hutabarat dan Dr. William Ewart Mangarinsan Hutabarat
Ketua Umum Sirajanabarat periode 2020–2023 (kanan), Saur Marolop Hutabarat dan Dr. William Ewart Mangarinsan Hutabarat (kiri)

Selanjutnya, Ketua Umum Sirajanabarat periode 2016-2020, Dr.William Ewart Mangarinsan Hutabarat, menjadi Koordinator di Dewan Penasehat Pengurus Punguan Sirajanabarat dohot boruna Sejabodetabek Periode 2020- 2023.

Acara hiburan diisi oleh penyanyi kondang bersuara emas, Victor Hutabarat. Hadir juga dengan ucapan selamat melayani kepada pengurus baru, dari MayJend. TNI AD (Purn) Felix Hutabarat SIP. MBA. M.Si, dan hadir pula St.Ir. Ido hutabarat MSM bersama keluarga, saat ini Ketua Umum Hutabarat Pomparan Guru Hinobaan Se-Jabodetabek 2020- 2023.

Generasi muda Sirajanabarat di Pesta Bona Taon
Generasi muda Sirajanabarat di Pesta Bona Taon

Adapun Ketua Umum Sirajanabarat periode 2020–2023, Saur Marolop Hutabarat/ br. Silitonga (Op. Sven) dalam sambutannya mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada pengurus periode 2016-2020, dibawah pimpinan Dr. William Ewart Mangarinsan Hutabarat. Saur Marolop juga mengharapkan dukungan dan masukan-masukan demi kebaikan bersama.

Diketahui, rotasi kepemimpinan Punguan Sirajanabarat se Jabodetabek, setiap 3 (tiga) tahun ada pergantian pengurus secara teratur. Sirkulasi elite di tubuh Punguan Sirajanabarat merupakan sebuah model yang sejalan dengan prinsip, “ tak ada seorangpun yang tak tergantikan. “

Ada filosofi yang menjadi spirit yaitu “Kesediaan Berbagi Hati” (Masi leanan roha), Membuka hati, memberi hati, yang sering digelorakan dalam bentuk perumpamaan: “Aek Godang Tu Aek Laut, Dos Ni Roha Do Sibaen Na Saut” (intinya, adanya kesamaan hati untuk menjadikan segala sesuatu). Serepina Hutabarat/ DANS

BACA:  Batu Basiha, Keunikan Sisa Letusan Gunung Toba

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *