Save Babi…. Yes… Yes… Yes…

Save Babi.... Yes... Yes... Yes...

MEDAN, BatakIndonesia.com — Bagi kelompok tertentu, babi dianggap haram. Namun, ada juga kelompok lain yang tidak mengharamkan babi, termasuk di dalamnya kelompok orang Batak yang non Muslim. Perdebatan soal haram dan halal tidaklah penting untuk kita bahas. Bagi orang Batak yang non Muslim, babi sudah menjadi komoditi dan bahkan masuk dalam tradisi Budaya Batak.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) Provinsi Sumatera Utara memikirkan masa depan BABI (B2), Selasa (7/1/2020) pukul 15.00 WIB, di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Senior Jl Jamin Ginting Padang Bulan, Medan.

Atas Inisiatif Drs Hasudungan Siahaan, MM, mengundang sejumlah pemerhati B2, antara lain: Prof Drs Senyum Siahaan, Boasa Simanjuntak SH, MH, Murni Huber, dan Nelli Sihite. Hadir juga mewakili organisasi Batak yang ada di Sumut, antara lain: FBBI, HBB, PBBD, dll. FBBI Sumut diwakili drh Pelman Simamora, Ance Simamora, Vera Debataraja, dan beberapa pengusaha Rumah Makan Batak Toba dan BPK yang ada di Medan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya ancaman keberlangsungan produksi peternakan babi di Sumut. Ancaman itu berupa virus, hama (sakit penyakit) di mana belum mendapat perhatian dari Pemerintah Sumut. Ada juga dirasakan sebagian masyarakat tidak menghendaki tumbuh kembangnya babi di peternakan Sumut.

Padahal apabila kita pahami lebih dalam keberadaan babi dalam kehidupan orang Batak non Muslim tidak dapat dipisahkan bahkan saling tergantung, karena babi menjadi komsumsi orang Batak tersebut, baik sebagai makanan maupun simbol adat Batak. Oleh karena itu, rapat yang dipimpin oleh Hasudungan Siahaan menyepakati beberapa hal:

Pertama, membentuk lembaga sosial masyarakat yang diberi nama #SAVEBABI. Tugasnya melakukan pendampingan kepada para peternak babi guna proses produksi ternak secara menyeluruh.

Kedua, membentuk koperasi yang anggotanya khusus peternak babi.

Semoga #SAVEBABI adalah dari babi, oleh babi, dan untuk babi. Artinya kehidupan orang Batak non Muslim tidak dapat dipisahkan dari BABI dan menolak keras siapapun yang berencana memusnahkan babi di Sumut.

Pewarta: Vera Debataraja

BACA:  Babi Bagian dari Local Wisdom Masyarakat Batak Pada Umumnya

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *