Selamat Jalan Sang Maestro, Bonar Sihombing…

Selamat Jalan Sang Maestro, Bonar Sihombing…

Foto: Alm. Bonar Sihombing disemayamkan di Rumah Duka RS Dharmais didampingi keluarga

 JAKARTA, BatakIndonesia.com

Dunia Paduan Suara Indonesia berkabung. Sang Maestro Bonar Sihombing, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat, hari Kamis, 9 Januari 2020, pukul 13.25 WIB.

Kepergian Sang Maestro diakibatkan penyakit jantung yang dideritanya, yang diketahui tahun 2019 lalu telah dilakukan tindakan operasi. Namun awal Januari 2020 kembali lagi opname, hingga ajal menjemputnya, dan kini jasadnya disemayamkan di Rumah Duka RS Dharmais, Jakarta Barat.

Bonar Sihombing adalah suami dari Bornok Hutauruk, penyanyi seriosa Indonesia yang sangat kesohor di era tahun 80-an, dengan group vocal Hutauruk Sisters. Bersama ketiga saudaranya Tarida Hutauruk, Rugun Hutauruk, dan Berlian Hutauruk, pernah mencatat juara di tingkat Internasional.

BACA:  TOEMA...

Pantauan media, beberapa anggota keluarga terlihat antara lain, Keluarga Besar Sihombing, Keluarga Besar Hutauruk, anggota group Hutauruk Sisters, Para jemaat gereja khususnya jemaat Gereja HKBP Menteng, Keluarga Besar siswa PS Triniti, dan handai taulan. Bonar meninggalkan seorang isteri, dan putri semata wayangnya, Bella Sihombing, serta satu cucu kesayangan Christabel Simanjuntak, dan menantu Sandy Simanjuntak.

Bonar Sihombing dikenal sebagai pemrakarsa kelompok Paduan Suara TRINITI Choir (TRIbisswara RohaNI SejaTI), yang didirikan di Jakarta, tepatnya 10 Juni 1998. Triniti memiliki satu misi, “To Make Indonesian Worship” dengan banyak anak muda yang menjadi anggotanya dari berbagai gereja di Jabodetabek.

Pria kelahiran Jakarta 10 Juli 1952 ini, mengembangkan talenta dan kreatifitas anak muda dari berbagai macam latar belakang suku maupun budaya di Indonesia untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Paduan Suara yang dipimpinnya juga mampu memberikan warna baru bagi perkembangan Paduan Suara Indonesia, khususnya Paduan Suara lagu-lagu Rohani.

Hingga saat ini Triniti Choir tidak pernah berhenti untuk melayani di berbagai gereja dan acara lainnya. Berbekal niat yang tulus dan ikhlas, Triniti Choir berlatih setiap minggu sehingga kualitas suara melalui pujian yang diberikan sejalan dengan niat tulus untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan.

BACA:  In Memorial Humuntar Lumban Gaol

Diketahui, hingga tahun 2016, Triniti Choir sudah 16 kali mengadakan konser tunggal di berbagai tempat, yang digelar hampir setiap tahun sejak berdirinya kelompok ini. Sementara ada sekitar 37 kali penampilan Triniti dalam berbagai Perayaan Natal maupun mengisi event-event besar, dari tahun 1998 hingga 2017.

Semangatnya untuk musik dan paduan suara dimulai sejak ia bergabung dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Oregon State University (OSU), USA. Ia ingin memperdalam ilmu di bidang musik Paduan Suara dan Vokal.

Beberapa pengalamannya adalah menjadi pelatih dari Paduan Suara NHKBP Menteng, PSM Trisakti, PSM UKI, PSM UKI, PS EXAUDIA HKBP Menteng, serta TRINITI CHOIR. Bersama dengan paduan suara itu, Bonar Sihombing telah berhasil melakukan tur ke banyak negara di Eropa, Amerika, dan Asia. Sepanjang karirnya sebagai komposer, Bonar sempat bersolo karier, dengan merilis album pada tahun 1984.

BACA:  In memorial Alm St. Ramlan Hutasoit

Karya-karyanya banyak mengispirasi kelompok-kelompok Paduan Suara di berbagai institusi, gereja maupun instansi di berbagai wilayah. Bahkan hasil karyanya sering dijadikan standar barometer atau level Paduan Suara  yang berkualitas di Indonesia.

Kini tiba saatnya ia menghadap Sang Khalik di usia 67 tahun. Rest In Peace, karyamu akan dikenang selalu. Selamat jalan Sang Maetro, Bonar Sihombing… (Serepina Hutabarat/Danny PH Siagian)

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *