Seminar Nasional Moratorium PROTAP Menepis Narasi-narasi Negatif di Publik

Seminar Nasional Moratorium PROTAP Menepis Narasi-narasi Negatif di Publik

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Dua organisasi masyarakat (ormas), yaitu: Lokus Adat Budaya Batak (LABB) dan KERMAHUDATARA (Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara) menyelenggarakan Seminar Nasional Moratorium Provinsi Tapanuli (PROTAP). Seminar ini berlangsung pada Rabu (14/4/2021) melalui daring (dalam jaringan) dengan aplikasi Zoom Meeting dan YouTube Live Streaming. Sekitar 4 jam seminar daring (webinar) ini berlangsung yang dihadiri lebih dari 200 peserta.

Dalam acara tersebut, Ketua Panitia Ir. Santiamer Silalahi menyampaikan bahwa seminar nasional daring ini dihadiri para panelis, antara lain: Mangapul Silalahi, SH (Tim Advokasi Protap), Dr. Pontas Sinaga (Widyaiswara LIPI/LABB), dan Prof. Dr. Junaedy Burhan (Forkornas PP DOB). Sementara, Drs. Kamal Malik, M.Si (Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri) yang semula dijadwalkan sebagai keynote speaker berhalangan hadir karena ada tugas prioritas yang tidak dapat ditinggalkan.

Santiamer Silalahi mengatakan bahwa sebelum penyelenggaraan Seminar ini, LABB dan KERMAHUDATARA sudah melakukan survei jajak pendapat publik dengan menyebar angket secara daring beberapa bulan lalu. “Hasil survei tersebut sudah kami olah dan kami bahas juga dalam Focus Discussion Group (FGD) secara tertutup dan terbatas. Kedua hasil itulah yang kami sampaikan dalam Seminar Nasional ini,” jelas Santiamer yang juga adalah Sekretaris Jenderal DPP LABB.

Alasan dilakukan survei tersebut untuk menggali pendapat publik di akar rumput.  Sesungguhnya narasi-narasi negatif terkait isu Protap ini sudah beredar luas di ranah publik, khususnya masyarakat Batak. Untuk mengetahui lebih jauh seberapa besar antusias orang-orang Batak dalam melihat isu Protap ini, maka kedua ormas tersebut membentuk panitia agar ada solusi terbaik yang dapat direalisasikan dalam mengupayakan dan mengusahakan terbentuknya Protap.

Akhirnya, kedua ormas tersebut membentuk Tim Survei yang diketuai Dr. Agus Fanar Syukri (Peneliti LIPI). Dalam Seminar ini, Agus F. Syukri didaulat untuk memoderasi acara tersebut dan sebagai Master of Ceremony ditunjuk Serepina Hutabarat (Bendahara Umum FBBI).

Menurut Santiamer, survei yang berlangsung dari 4 Maret hingga 14 Maret 2021 ini terjaring 632 responden. Hasil survei tersebut dipaparkan langsung oleh Dr. Pontas Sinaga (BatakIndonesia.com akan mewartakannya kemudian).

Pada sambutannya dan laporannya sebagai Ketua Panitia, Santiamer mengharapkan melalui Seminar ini terjawab sudah narasi-narasi negatif di ranah publik, seperti tendensi negatif terhadap pemerintah, munculnya diskriminasi dan segragasi pada kelompok masyarakat tertentu, dan sebagainya.

Selengkapnya video berikut ini mengawali Seminar Nasional daring ini. Selamat menyaksikan!

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

 

BACA:  Jokowi yang Selalu Merakyat

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *