Social Distancing-Perspektif Kekristenan: Yesus Saja Pernah Menyingkir, Apa Lagi Kita

Social Distancing-Perspektif Kekristenan: Yesus Saja Pernah Menyingkir, Apa Lagi Kita

JAKARTA BatakIndonesia.com — Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Corona Virus Decease (Covid-19), Pemerintah Pusat telah melakukan kebijakan social distancing (pembatasan kegiatan/interaksi sosial) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Social distancing tersebut untuk menjaga jarak/berjauhan dalam rangka menjaga kesehatan, dan memperlambat penularan coronavirus CV19, sebagaimana dianjurkan Pemimpin, Pemerintah, Tokoh masyarakat, tokoh kesehatan, dan tokoh keagamaan. Itu baik untuk kita.

Saudara/i, khususnya kaum Kristiani, hal itu – dalam kondisi sekarang ini, tidak bertentangan dengan iman Kristiani.

Beberapa Perspektif Historis

A. Yesus sendiri – dalam sejarah kelahiran dan pelayanannya menunjukkan hal itu:

a. Orang Majus diperingatkan oleh Tuhan untuk mengambil jalan lain, tidak lagi menemui Herodes yang berniat membunuh Yesus (Mat. 2:12).
b. Yesus bersama orangtua-Nya MENYINGKIR ke Mesir. Mereka tinggal di sana sampai Herodes mati (Mat.2:13).

B. Dalam pelayanannya, Yesus berkali-kali tercatat dalam Alkitab, menyingkir, menghindar.

a. Ketika Yohannes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesus pun menyingkir ke Galilea (Mat 4:12).
b. Dalam masa-masa awal pelayanan-Nya, ketika orang-orang Farisi bersekongkol hendak membunuh-Nya, Yesus menyingkir (Mat 12:15).
c. Yesus juga berkali-kali menarik diri dari keramaian, berkontemplasi. Termasuk ketika Dia dipaksa menjadi raja oleh sekelompok orang pengikut-Nya (Yoh 6:15).

C. Sejarah jemaat mula-mula juga demikian

a. Paulus dan Barnabas, yang hendak disiksa dan dicelakai penduduk setempat, di Ikonium (kota perdagangan metropolitan zaman imperium Romawi kuno, terletak antara Efesus – Siria, kira-kira 240 km ke sebelah selatan Ankara, Turki modern), juga menyingkir (Kis. 4:6).

Menghindarlah dari celaka untuk maksud yang lebih mulia agar kelak kita dapat memberi manfaat – lebih banyak produktivitas.

Ada banyak contoh lagi. Menyingkir, menghindar, dan menarik diri dari keramaian, pada masa ada ancaman dan celaka adalah juga hikmat dari Tuhan.

Kita bantu Pemerintah. Kita ikuti himbauannya. Ketaatan kepada Pemerintah/Panggomgomi adalah juga refleksi dari kesaksian dan iman kita.

Akhirnya, saya kutip Amsal 22:3:
Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.

Saudara saudaraku, rekan sebangsa dan setanah air, kiranya Tuhan menolong kita

Jakarta., 23 Maret 2020
Penulis: Sampe Purba (pernah mengikuti Pendidikan/Sekolah Teologi)

BACA:  Serial Kearifan Batak (13): Shared-Space and Sharing Understanding (1): Mamiu Tali Ijuk

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *