Tukang Gereja di HKBP Sigolang Seorang Muslim

Tukang Gereja di HKBP Sigolang Seorang Muslim

PEKANBARU, BatakIndonesia.com — Amasmuda Pasaribu, asal Batanggarut, menemuiku di hotel tempat saya penginapan di Pekanbaru, Sabtu (21/12/2019). Apa.pasalnya? Amasmuda.ingin sekali bertemu dengan saya, padahal yg dia kenal.betul adalah almarhum Bapak BT Pasaribu. Melihat wajahku, dia berusaha memastikan bahwa saya adalah anak BT Pasaribu, walu jarang ketemu.

Amasmuda saat ini tinggal.di Kandis, Riau. Ia bekerja di perkebunan Sawit. Yang membuat saya kaget adalah pengakuannya. Ia mengatakan bahwa ia adalah pemborong membangun Gereja HKBP Sigolang dengan 7 orang rekannya.

Siapakah mereka itu? Ternyata mereka adalah pendatang bukan masyarakat Sigolang pada 1993 lalu. Yang lebih menarik, tim tukang ini semuanya beragama Islam.

Mereka bekerjasama dengan Panitia Pembangunan di mana bapak saya adalah bendaharanya. Besar borongan adalah 800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah), bersih. Namun, akomodasi, konsumsi, rokok, minum dan lainnya ditanggung oleh pihak HKBP.

Itulah gereja yang sekarang dibangun dengan ukuran lebih besar dari sebelumnya dan diperluas ke belakang.

Apa.pesan dari cerita ini. Cerita ini tidak.sekadar.mengingatkan bahwa kami di tingkat atas adalah saudara. Namun, toleransi antara Islam dan Kristen terbukti terbangun sejak lama.

Bersaudara dalam tarombo (silsilah) akan terbukti meskipun kami berbeda agama (islam dan.Kristen), kami adalah keluarga sedarah sejak dahulu kala.

Gotong-royong membangun rumah ibadah ternyata sudah terjasi sejak dahulu kala. HKBP Sigolang yang megah itu berbicara sebagai.buktinya.

Oleh karena itu, ke depan agar kita mencatat ini sebagai sejarah yang memiliki makna tinggi. Budaya gotong-royong sudah terbangun sejak nenek moyang kita.

Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Penulis: Ronsen Pasaribu (Ketum FBBI)

BACA:  Bijaklah dalam Memanfaatkan Air

Facebook Comments

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *